Yang Harus Dilakukan Orang Tua pada Balita di Fase Kritis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi anak belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilansir laman Boldsky menunjukkan bahwa otak anak-anak harus sering dirangsang sebelum tahap sekolah agar ia kelak siap menghadapi proses pembelajaran di sekolah. Kekuatan mengingat anak akan lebih baik jika aktivitas pada otak dimulai jauh sebelum fase sekolah.

    Penelitian ini menekankan pentingnya perkembangan otak anak selama beberapa tahun pertama setelah lahir. Masa ini masuk kategori fase kritis yang berperan sebagai pondasi bagi perkembangan otak anak.

    Fase kritis adalah masa pertumbuhan anak dari usia 0-3 tahun. Disebut kritis karena hampir semua komponen kognitif dibangun pada masa ini untuk membentuk pondasi kecerdasan anak di kemudian hari.

    Ketika otak bayi dibiarkan tidak aktif pada fase kritis maka sistem saraf akan sulit untuk mengembangkan dan mempelajari hal-hal baru pada usia sekolah.
    Pada usia ini otak manusia mulai belajar untuk memproses dan menyimpan informasi. Ketika bagian dari otak tidak diberikan rangsangan pada usia itu, maka akan sulit bagi bayi untuk belajar hal-hal baru kelak.

    Para peneliti pertama kali mengamati proses ini pada tikus dan menemukan bahwa otak yang aktif, diberi rangsangan pada usia yang sangat muda cenderung lebih baik. Penelitian dapat menjadi solusi yang baik untuk mengatasi ketidakmampuan belajar pada anak-anak di usia dini.

    BOLDSKY | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Anak Itu Unik
    Tip Menghadapi Anak Pemalu
    Ayo Selektif Memilih Tontonan untuk Anak
    Bunda, Mari Latih Anak Memecahkan Masalahnya Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.