7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi tertidur. boredpanda.com

    Ilustrasi bayi tertidur. boredpanda.com

    TEMPO.COJakarta - Siapa yang tidak bahagia ketika melihat senyum bayi? Tubuh mungil, wajah menggemaskan, dan kulitnya yang lembut membuat siapa pun ingin memeluknya sepanjang hari. Sebagai orang tua, kita ingin agar ia mendapat perawatan terbaik. 

    Khusus untuk bayi yang baru lahir, Anda perlu mengetahui bahwa kulitnya sangat sensitif. Kulit bayi yang baru lahir sangat halus dan organ tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Selain itu, bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga membuatnya lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

    Ada beberapa fakta menarik tentang bayi baru lahir. Berikut ini rinciannya seperti dilansir laman Boldsky.

    1. Menangis tanpa air mata
    Ketika bayi yang baru lahir menangis, mereka tidak meneteskan air mata. Sebab, saluran air mata belum berkembang sampai mereka berusia sekitar 12 minggu.

    2. Tahu rasa minus asin
    Bayi yang baru lahir dapat mencecap rasa. Merasakan manis, pahit, bahkan pedas, kecuali rasa asin.

    3. Belum ada tulang rawan di sekitar lutut
    Tulang rawan pada bayi baru lahir biasanya akan berkembang bila telah berusia 1 tahun.

    4. Terdiri atas sekitar 300 tulang
    Bayi baru lahir memiliki sekitar 300 tulang dalam tubuh mereka. Sedangkan orang dewasa hanya memiliki 206. Sebab, saat pertumbuhan bayi, banyak tulang bergabung sehingga mengurangi jumlah tulang di dalam tubuhnya.

    5. Berlapis rambut halus
    Bayi yang baru lahir dilapisi rambut halus. Lapisan ini adalah bagian dari pertumbuhan rambut normal yang disebut lanugo. Lanugo berkembang saat bayi masih dalam kandungan untuk membantu mengatur suhu tubuh.

    6. Menstruasi
    Beberapa bayi perempuan yang baru lahir mengalami menstruasi. Bayi baru lahir yang mempunyai tingkat estrogen tinggi saat dalam kandungan menyebabkan mereka mengeluarkan tetesan darah. Ini normal terjadi.

    7. Mengeluarkan air susu
    Dalam beberapa kasus, bayi baru lahir mengeluarkan air susu (laktasi). Bayi yang terpapar banyak hormon saat dalam kandungan tunas payudaranya berkembang dan dapat menghasilkan air susu. Hal ini dapat terjadi pada bayi perempuan maupun laki-laki dan wajar saja karena akan berhenti dalam beberapa hari setelah lahir.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Tip Mengusir Kantuk di Kantor
    Yuk, Ngopi Asyik di Fakultas Kopi
    10 Penyebab Stroke yang Harus Dihindari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.