Kiat agar Penulis Tidak 'Mati Angin'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti profesi lainnya, penulis membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi. Namun tak jarang pikiran mentok ketika mencari ide tulisan.

    Terjebak dalam rutinitas dan dikejar deadline terkadang membuat para penulis tidak mampu menghasilkan gagasan tulisan. Otak pun cenderung pasif ketika hanya digunakan untuk menjalani rutinitas.

    Hal ini juga yang membuat para penulis kurang memiliki inspirasi karena menjalani situasi yang telah familiar dan cenderung sama. Padahal kriteria utama dari profesi ini adalah mampu memberikan sudut pandang baru dan berbeda.

    Yang perlu diingat bahwa seorang penulis adalah rutinitas yang paling utama, yaitu terus memperkaya inspirasi agar bisa menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi orang lain. Agar tidak mandek ketika mencari ide tulisan, bukan berarti Anda harus meninggalkan rutinitas. Yang harus dilakukan adalah memperkaya sumber informasi.

    Anda juga perlu bepergian ke berbagai tempat dan berbicara dengan banyak orang terkait dengan profesi. Jika kegiatan ini rutin dilakukan, nantinya secara otomatis Anda akan menemukan hal menarik yang bisa dituangkan menjadi tulisan.

    Untuk mengatasi deadline, seorang penulis harus menata jadwalnya agar pekerjaan selesai tepat waktu. Jadwal ini disarankan fleksibel karena biasanya seorang penulis kerap kali dihadapkan pada situasi yang tidak terduga. Misalnya, harus mengejar narasumber, narasumber enggan berbicara, dan lainnya. Situasi-situasi ini menuntut para penulis berimprovisasi dan mengubah jadwalnya, tanpa memperpanjang deadline.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Apakah Selulit Bisa Hilang?
    10 Penyebab Stroke yang Harus Dihindari
    Makanan Bayi Buatan Sendiri Belum Tentu Lebih Baik dari Pabrikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.