Robot Pembantu Proses Kelahiran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot Pepper menjaga seorang pasien yang baru saja melahirkan di rumah sakit AZ Damiaan di Ostend, Belgia, 16 Juni 2016. Dengan tinggi 1,2 meter, Pepper dapat mengenali suara manusia dalam 20 bahasa dan dapat mendeteksi apakah dia berbicara dengan pria, wanita, atau anak-anak. REUTERS/Francois Lenoir

    Robot Pepper menjaga seorang pasien yang baru saja melahirkan di rumah sakit AZ Damiaan di Ostend, Belgia, 16 Juni 2016. Dengan tinggi 1,2 meter, Pepper dapat mengenali suara manusia dalam 20 bahasa dan dapat mendeteksi apakah dia berbicara dengan pria, wanita, atau anak-anak. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.COJakarta - Ternyata robot tidak hanya dapat dipercaya untuk melakukan bantuan di bidang produksi massal. Seiring dengan perkembangan zaman, robot dapat diandalkan dalam membantu dan merawat pasien seusai proses persalinan.

    Sekelompok peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah mengembangkan sebuah robot yang dapat membantu pekerjaan di rumah sakit. Mereka memimpikan suatu hari, setiap bangsal bersalin memiliki robot untuk membantu ibu melahirkan.

    Para peneliti MIT ini melakukan riset apakah sebuah robot layak menjadi tenaga medis di rumah sakit. Mereka ingin melihat apakah robot dapat melakukan lebih dari sekadar mengeluarkan obat-obatan, hal yang sudah terjadi di banyak rumah sakit.

    Profesor MIT Julie Shah menyatakan melakukan pekerjaan paramedis itu sulit, terutama dengan keputusan yang harus diambil. Untuk membuktikannya, mereka menyediakan robot Nao di Boston's Beth Israel Deaconess Medical Center.

    Robot Nao melacak jadwal dan kegiatan perawat serta meminta sejumlah informasi yang diperlukan pasien. Robot perawat juga berkoordinasi dengan 10 perawat yang berbeda dan 20 pasien di ruangan yang berbeda. Ia juga harus memahami dan mengetahui proses pengambilan keputusan oleh staf rumah sakit.

    Contohnya, robot membantu membuat rekomendasi dalam operasi caesar. Dalam hal ini terjadi perdebatan, pro, dan kontra. Para peneliti MIT menemukan setidaknya 90 persen paramedis mengambil saran dari robot perawat. Robot juga memberikan rekomendasi siapa perawat yang dapat membantu proses persalinan dan penempatan ruang kamar operasi.

    Hal ini menandakan bahwa di masa yang akan datang, kecerdasan buatan dapat membantu memberikan layanan rumah sakit.

    PARENT HERALD | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Nangka Makin Populer di Dunia Barat
    Ladies, yang Manakah Emoji Profesi Anda?
    Agar Tak Tertular Penyakit, Lakukan Ini di Toilet Umum

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.