Strategi Bisnis Gym ala Julia Nurdin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Nurdin, Marketing Manager Fitness First Indonesia. swa.co.id

    Julia Nurdin, Marketing Manager Fitness First Indonesia. swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Membidik pasar harus dilakukan dengan strategi yang matang agar bisa mencapai market yang dituju. Bagi Julia Nurdin, Marketing Manager Fitness First Indonesia, sebuah tempat olahraga harus berfokus pada kepuasan pelanggan agar mereka mau datang lagi dan lagi.

    “Sejatinya konsumen datang ke ke gym karena mereka ingin sehat, built confidence, punya badan bagus, dan lain-lain. Jadi prosesnya akan panjang, trainer harus bisa memaintain latihan dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Julia.

    Banyak konsumen yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena beberapa hal, seperti kurangnya motivasi, tempat gym yang tidak nyaman, harga yang terlalu tinggi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu wanita lulusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung, ini menekankan pentingnya kemampuan dan keahlian staf yang ada di gym tersebut untuk bisa memberikan layanan terbaik.

    Staf gym harus tahu apa yang dilakukan, melayani konsumen, menjaga kebersihan, memberikan servis yang ramah, dan lain-lain. Untuk itu mereka perlu dilatih diberikan edukasi, dan selalu di-upgrade kemampuan dan ilmu mereka. Meskipun ini semua adalah kemampuan dasar, namun Julia mengaku bahwa biaya yang dibutuhkan tidak sedikit untuk mmberikan pelatihan tersebut.

    Menurut Julia, kebanyakan gym hanya berpikir untuk menambah konsumen, padahal belum tentu gym tersebut memiliki kapasitas yang memenuhi. Selain itu, sebuah gym juga harus berfokus pada servis yang diberikan kepada pelanggan sehingga mereka tidak lari.

    Sejak bergabung pada 2010, wanita kelahiran 7 Juli 1975 ini pun mengubah strategi bisnis tempat olahraga asal Inggris ini. Salah satunya dengan dengan membuka pameran di tempat-tempat yang sesuai target pasar mereka.

    Promosi lain dengan ikut berbagai program yang memiliki hubungan dengan kesehatan, seperti support running event, weight on event, dll. Dalam setahun,  Julia mengaku bisa mensupport puluhan event. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan banyak komunitas yang berhubungan dengan kesehatan.

    Bagi mantan Marcom Batik Danar Hadi dan Telkom ini, pengalaman hidupnya mengajarkan bahwa olahraga menjadi salah satu kebutuhan hidup. Ia mengungkapkan, banyak orang terdekatnya yang menjalani penyakit berat karena pola hidup yang salah satunya kurang berolahraga.

    Ibu dua anak ini bahkan sering mendapatkan tanggapan miring karena memberlakukan hidup sehat kepada anak-anaknya. Namun, dia tak peduli selama anak-anaknya tetap sehat dan bisa beraktivitas selayaknya anak-anak lain. “Gaya hidup sehat harus dibiasakan sejak dini sehingga saat dewasa mereka dewasa gaya hidup ini mendarah daging dalam diri mereka,” ujar Julia.

    SWA

    Berita lainnya:
    Ingin Sukses? Ikuti 5 Langkah Jitu Ini
    6 Kebiasaan Buruk yang Bikin Kulit Menderita
    Agar Ide Kreatif Muncul Saat Bekerja, Begini Caranya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.