3 Cara Profesional Kendalikan Emosi Saat Bekerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres bekerja. AP/Richard Drew

    Ilustrasi stres bekerja. AP/Richard Drew

    TEMPO.COJakarta - Pekerjaan yang menumpuk, tenggat waktu yang semakin dekat, atau lingkungan kantor yang penuh tekanan bisa membuat emosi Anda tidak stabil.

    Menahan emosi malah bisa membuat Anda semakin terbebani. Bisa-bisa produktivitas Anda malah turun. Sebaiknya, memang Anda meluapkan emosi itu. Namun dengan cara yang elegan dan tetap profesional.

    Cobalah beberapa tip mengatur emosi di kantor berikut ini.

    1. Kerja dadakan bikin stres

    Bos Anda tiba-tiba memberi setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan, sedangkan Anda masih punya pekerjaan lain.

    Jika ini yang terjadi, hal pertama yang Anda lakukan adalah jangan panik. Stres bisa muncul ketika Anda merasa situasi tidak terkontrol, tapi stres juga kadang dibutuhkan untuk membuat Anda bekerja lebih cepat.

    Sebelum akhirnya mengerjakan tugas tersebut, coba pikirkan lagi apakah Anda mungkin mengerjakan semuanya dalam waktu yang tersedia. Jika dirasa tidak mungkin, utarakan hal tersebut kepada atasan atau minta bantuan rekan kerja lainnya.

    2. Sedih dan ingin menangis

    Ada saja hal-hal yang bisa membuat Anda sedih, baik itu urusan pribadi maupun urusan di kantor. Kalaupun Anda ingin sedih dan menangis, jangan melakukannya di depan rekan kerja, apalagi atasan.

    Anda bisa pergi sebentar ke kamar mandi dan menangislah, tapi setelah itu tegarkan diri Anda lalu kembali bekerja.

    Apabila kesedihan itu berkaitan dengan urusan kantor, setelah diri Anda tenang, coba bicarakan hal itu kepada orang yang bersangkutan.

    3. Marah dan tersinggung

    Klien tiba-tiba memberikan komplain atau ada rekan kerja yang menyebarkan gosip di belakang Anda, yang akhirnya membuat Anda marah. Jangan langsung membalas mereka dengan kemarahan atau memaki-maki mereka di depan umum.

    Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menenangkan diri Anda terlebih dulu, supaya kepala lebih “dingin” dan Anda lebih mudah mencari solusi terhadap masalah ini. Setelahnya, bicarakan baik-baik kepada klien yang memberikan komplain. Anda juga bisa minta bantuan atasan untuk mengatasi hal ini.

    Adapun untuk masalah yang berhubungan dengan rekan kerja, coba bicarakan baik-baik kepadanya. Jika tidak berhasil, lebih baik pilih diam daripada ikut marah-marah, yang bisa membuat nama Anda malah jadi lebih buruk.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Unbaked Cake, Tetap Bisa Bikin Kue tanpa Oven 
    Makanan yang Harus Dipilih dan Dihindari Penderita Cacar Air 
    Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.