Liburan Cihuy ke Kampung Wisata Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COSurabaya - Pada 25-27 Juli mendatang, para tamu konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengunjungi Surabaya guna membahas isu tentang perkotaan, permukiman, dan lingkungan. Nah, untuk menyambut tetamu, Pemerintah Kota Surabaya sudah menyiapkan sebuah agenda yang menyegarkan. 

    Agenda itu berupa paket kunjungan lapangan dan tur kota dengan berbagai festival dan acara-acara yang akan menonjolkan berbagai pesona Kota Surabaya. “Pada kunjungan lapangan itu nantinya para tamu diajak masuk ke kampung-kampung sembari berinteraksi dengan warga,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji di Balai Kota Surabaya, Senin, 18 Juli 2016.

    Para tamu akan dibawa melihat langsung kawasan warisan budaya dan kawasan yang menarik di Surabaya. “Kami juga telah mempercantik wajah kota, seperti tempat pedestrian, taman kota dan kawasan heritage, serta kampung-kampung yang akan dikunjungi para tamu.”

    Tetamu akan mengunjungi 14 kampung wisata unggulan, yaitu Kampung Penjaringansari, Kampung Kenjeran, Kampung Wonorejo, Kampung Mangrove, Kampung Bratang Binangun, dan Kampung Legundi. Juga Kampung Genteng atau Kampung Ketandan, Kampung Kedungturi, Kampung Grudo, Kampung Maspati, Kampung Keputih, Kampung Morokrembangan, Kampung Gunung Sari, dan Kampung Jambangan. “Empat belas kampung itu memiliki keunggulan masing-masing.” 

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan acara yang akan dihadiri sekitar 6.000 tamu dari perwakilan 193 negara ini merupakan kesempatan emas bagi warga Surabaya untuk promosi. “Peluang ini harus diambil oleh semua orang untuk mempromosikan semua potensi dan pesona Kota Surabaya.”

    Festival dan agenda yang paralel sebenarnya bertujuan menunjukkan bahwa Surabaya mampu menyelenggarakan agenda bertaraf internasional. “Sukses di sini akan bisa mengukuhkan Surabaya sebagai MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition/pertemuan, insentif konvensi, dan pameran) Indonesia,” ujar Wiwiek.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Baca juga:
    Komunitas Pushing Panda, Menguji Nyali di Seutas Tali
    Alasan Wanita Karier Rentan Alami Gangguan Fertilitas
    Gaya Para Seleb Inggris Kampanyekan Kesehatan Paru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.