Pasangan Lakukan Kekerasan? Ini yang Harus Anda Lakukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan suka memukul Anda? Atau, ia suka mengata-ngatai Anda dengan kata-kata yang tidak pantas? Bila ya, maka Anda telah mengalami kekerasan. Anda adalah korban kekerasan yang dilakukan oleh pasangan Anda sendiri.

    Bila kekerasan itu benar-benar terjadi, apa yang akan lakukan? Apakah Anda akan diam saja dan bertahan, atau Anda akan melawan?

    Di satu sisi, Anda mencintainya. Namun, di sisi lain Anda merasa tersakiti dan tersiksa.

    Perlu diketahui, kekerasan yang terjadi dalam suatu hubungan, baik fisik maupun psikis, bisa membuat orang yang mengalaminya terganggu secara mental. Orang tersebut cenderung akan merasa rendah diri, menjauhkan diri dari pergaulan, dan jadi suka berprasangka buruk pada orang lain.

    Dilansir dari Boldsky, inilah yang sebaiknya Anda lakukan bila mengalami kekerasan dari pasangan.

    1. Beri tahu keluarga atau teman

    Sesulit apa pun kondisi yang Anda alami, masih ada orang-orang di luar sana yang mau menerima Anda apa adanya. Mereka adalah keluarga dan teman-teman Anda. Tak perlu ragu atau malu untuk menghubungi mereka dan ceritakan permasalahan yang Anda alami kepada mereka.

    2. Pergi bersama teman

    Daripada pusing dan sakit hati memikirkan perilaku pasangan yang gemar menyakiti, lebih baik Anda hubungi teman-teman dan pergi bersama mereka. Percayalah, berkumpul bersama teman bisa menghibur Anda. Dan siapa tahu mereka juga bisa membantu Anda menghadapi permasalahan yang Anda alami.

    3. Cari kesibukan

    Dengan menyibukkan diri dan melakukan berbagai aktivitas, otomatis diri Anda akan terfokus pada kegiatan yang Anda lakukan. Ini bisa membantu Anda melupakan pasangan. Selain itu, dengan memiliki kegiatan, Anda bisa menjadi lebih mandiri dan percaya diri.

    4. Ikut sesi konseling

    Bila Anda merasa enggan atau takut bercerita kepada keluarga atau teman tentang kekerasan yang Anda alami, Anda bisa ikut sesi konseling. Di sana Anda bisa berbagi pengalaman kepada orang lain yang juga mengalami hal serupa dengan Anda. Anda bisa mendapat masukan dan belajar dari pengalaman orang lain.

    5. Punya hewan peliharaan

    Tingkah laku hewan peliharaan yang lucu bisa menghibur Anda sehingga membuat perasaan Anda menjadi lebih baik. Selain itu, keberadaan mereka juga akan menyibukkan diri Anda karena pastinya mereka harus diurus.

    6. Pergi berlibur

    Pergilah berlibur, misalnya ke tempat-tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Tak perlu mengajak orang lain, cukup pergi seorang diri. Terkadang bepergian seorang diri penting untuk relaksasi dan melepaskan segala beban.

    BOLDSKY | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Satu Piring Bagi Tiga, Cara Menakar Asupan Gizi Anak
    Kisah Moringa, Si Pohon Mukjizat yang Makin Diburu
    Menerawang Kondisi Kesehatan Tubuh Lewat Warna Urine


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.