Menerawang Kondisi Kesehatan Tubuh Lewat Warna Urine  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sering ke kamar kecil, Jakarta, Selasa, 24 September 2008.Foto :TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi sering ke kamar kecil, Jakarta, Selasa, 24 September 2008.Foto :TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Buang air kecil adalah kegiatan yang rutin kita lakukan sehari-sehari. Namun apakah kita pernah berpikir lebih lanjut soal warna air seni dan mengaitkannya dengan kondisi kesehatan? Mungkin hanya sebagian orang saja yang melakukannya.

    Kondisi kesehatan bisa dilihat dari warna, kekentalan, dan bau air seni, serta seberapa sering kita buang air kecil dalam sehari. Faktor makanan dan minuman juga ikut mempengaruhi kondisi urine.

    Urine seseorang bisa dijadikan kunci untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada tubuh. Urine membersihkan racun dan zat-zat larut lain dari dalam tubuh, termasuk kuman dan bakteri, serta kelebihan protein dan gula.

    Air seni yang berbau tak sedap dan berwarna keruh memang bisa diakibatkan oleh makanan yang kita santap beberapa jam sebelumnya. Namun, selain itu, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ada yang salah di dalam tubuh. Berikut ini kondisi urine dan kaitannya dengan kesehatan.

    1. Bening
    Bila warna urine bening dan nyaris tak berbeda dengan air di dalam toilet, hal itu bisa menjadi penanda kita minum terlalu banyak air. Memang banyak artikel yang menyarankan kita minum banyak air putih agar tidak dehidrasi. Namun, bila meminumnya terlalu banyak, efek buruknya adalah menguras kandungan garam dalam tubuh.

    2. Kuning muda sampai kuning tua
    Bila urine berwarna demikian, tandanya tubuh dalam kondisi sehat, terutama dalam hal kecukupan cairan. Bila berwarna kuning muda, itu tandanya kita minum cukup air putih dan tubuh tak kekurangan cairan. Bila warnanya kuning tua juga masih menjadi tanda tubuh sehat dan kadar air dalam tubuh masih cukup, tapi perlu segera ditambah.

    3. Cokelat muda
    Setiap buang air kecil pertama di pagi hari, warna urine cenderung lebih gelap atau agak oranye. Penyebabnya adalah kita tidak minum selama beberapa jam tidur. Namun, bila warna kecokelatan itu terus terjadi sepanjang hari, itu tandanya kita kurang minum. Bila kondisi kurang cairan terus terjadi, warna urine tidak hanya lebih gelap, tapi juga lebih kental.

    4. Cokelat tua
    Urine berwarna cokelat tua bisa menjadi penanda dehidrasi parah atau masalah di liver. Bila penyebabnya yang pertama, cara mengatasinya cukup dengan segera minum air putih. Namun, bila warna cokelat masih berlanjut meski kebutuhan cairan sudah tercukupi, segeralah ke dokter karena mungkin saja ada masalah dengan liver. Warna kulit dan mata yang menguning juga penanda adanya penyakit liver.

    5. Merah muda sampai kemerahan
    Waspadalah bila urine berwarna merah muda atau kemerahan. Bila penyebabnya terlalu banyak menyantap makanan berwarna merah, seperti bit atau beri biru, bisa jadi hal itu karena masalah pigmentasi dan tak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, bila kita tak merasa mengkonsumsi makanan atau minuman berwarna merah dan urine berwarna kemerahan, segera kunjungi dokter karena mungkin saja penyebabnya infeksi saluran kencing, infeksi ginjal, batu ginjal, atau bahkan kanker ginjal, kandungan kemih, atau prostat.

    6. Biru kehijauan
    Kasus urine berwarna seperti kencing makhluk luar angkasa itu memang jarang terjadi, juga tidak berbahaya. Penyebabnya bisa jadi karena obat yang diminum atau makanan dengan zat pewarna. 

    7. Berbusa atau berbuih
    Penyebabnya bisa jadi karena air seni yang keluar terlalu dipaksakan atau bisa juga karena ada masalah dengan ginjal sehingga diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

    CHEATSHEET | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.