4 Tip Agar Generasi Y Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi team work atau kerja sama. shutterstock.com

    Ilustrasi team work atau kerja sama. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Apakah Anda lahir pada rentang tahun 1980-2000? Jika ya, Anda termasuk generasi milenium atau generasi Y. Kini, generasi tersebut tengah ramai mengisi dunia kerja. Di seluruh dunia, dipercaya jumlah generasi Y 75 juta kali lebih banyak dan memiliki karakteristik berbeda daripada generasi sebelumnya, generasi X.

    Para ahli mengatakan generasi Y mendapatkan perhatian dan pengawasan yang cukup dari orang tua, berpendidikan baik, dan tumbuh bersama kemajuan teknologi. Hal ini membentuk generasi dengan ekspektasi tinggi, kepercayaan diri, dan keyakinan terhadap nilai yang ada pada diri mereka. 

    Di sisi lain, karena terbiasa difasilitasi, generasi Y juga mudah bosan dan kurang menghargai proses. Dengan kelebihan dan kekurangan mereka, generasi Y dinilai masih perlu melakukan penyesuaian diri dengan dunia kerja.

    Apa saja yang perlu diketahui pekerja generasi Y dalam menghadapi kerasnya dunia kerja?

    Karier adalah rangkaian pengalaman 

    Generasi Y identik dengan predikat "kutu loncat” alias gemar berpindah-pindah pekerjaan. Dalam survei Deloitte—salah satu jaringan layanan profesional terbesar di dunia yang melayani audit, konsultasi, nasihat keuangan, dan risiko perusahaan—terhadap 7.700 orang generasi Y dari 29 negara pada 2015, sebanyak 44 persen mengatakan akan meninggalkan satu perusahaan setelah dua tahun bekerja. Karakter ini bisa menjadi keuntungan bagi karier asalkan Anda bisa menyerap sebanyak mungkin pengalaman kerja yang dilalui. “Pengalaman-pengalaman ini membuat Anda bisa melihat dunia lebih luas, memberikan perspektif baru, dan membuat Anda menjadi seseorang yang lebih menarik,” urai Dan Schawbel, konsultan dan pakar karier generasi Y, yang juga penulis buku laris berjudul Me 2.0: 4 Steps to Building Your Future

    Ambil risiko lebih banyak dan sering dalam karier 

    Generasi Y menyukai sesuatu yang instan, tapi terkadang mereka tidak tahu cara meraih pencapaian karier dengan cepat. Salah satu pelajaran berharga dari kondisi ekonomi dunia saat ini adalah “tidak mengambil risiko sangatlah berisiko”. Dengan mengambil risiko, Anda mendorong diri Anda ke posisi yang baru dan memaksa Anda belajar, entah Anda akan sukses atau gagal— setidaknya Anda belajar. Nikmati proses belajar itu.

    Habiskan lebih banyak waktu dengan gawai ketimbang orang

    Generasi Y lahir dan tumbuh bersama gawai dan media sosial. Memang, mereka menggunakan media itu untuk membangun hubungan dengan orang lain. Masalahnya, generasi Y lebih sering menatap layar gawai ketimbang menatap lawan bicara. Sedangkan berhubungan langsung dengan orang lain memberikan pelajaran bersosialisasi yang tidak bisa didapat dari gawai dan media sosial. “Perusahaan mempekerjakan Anda, bukan teknologi, dan Anda harus mengingatnya!” ujar Schawbel, menegaskan.

    Korbankan hari ini untuk posisi yang lebih baik

    Perlu diingat, keberhasilan adalah akumulasi kerja keras Anda semasa muda. “Pada 2007-2009, saya menghabiskan lebih dari ratusan jam seminggu untuk bekerja. Sedangkan orang lain mungkin menghabiskan banyak waktu mereka di masa muda untuk pesta dan bersenang-senang setiap malam. Hasilnya sekarang saya punya kebebasan untuk mengerjakan apa yang saya mau, kapan pun. Sementara itu, banyak orang yang masih berjuang memperoleh posisi yang baik dalam pekerjaan mereka di usia yang sudah terlalu tua,” urai Schawbel. 

    “Semakin banyak hal yang Anda lakukan di awal karier, semakin banyak hasil yang bisa Anda nikmati di masa tua dan Anda akan bersyukur seperti yang saya rasakan sekarang,” ujarnya.

    TABLOIDBINTANG 

    Berita lainnya:
    Ingin Ganti Cat Rumah? Ini Pilihan Warna yang Sedang Tren 
    6 Tip Saat Dinas Luar Kota Bareng Bos 
    0rang Tua Aneh di Italia Terapkan Diet Vegetarian pada Bayi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.