Aktivitas Benar Setelah Bangun Tidur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tersenyum saat bangun pagi/tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tersenyum saat bangun pagi/tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Anda dimulai sejak bagian di pagi hari. Karena itu, kebiasaan tertentu saat bangun akan berpengeruh terhadap aktivitas seharian. Pilihlah kebiasaan yang baik, yang akan membantu metabolism dan energi sepanjang hari agar tetap terjaga. “Kebiasaan buruk di pagi hari bisa berefek negatif terhadap kualitas hari Anda. Dalam jangka panjang, bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan,” kata pakar yoga, Abhishek Sharma.

    Sharma menyarankan meluangkan beberapa menit setelah Anda bangun dari tempat tidur dalam hening. Bangunlah perlahan. Usahakan bangun tepat pada waktunya agar Anda tidak terburu-buru melakukan aktivitas berikutnya. Menjalankan pagi yang rileks dijamin membuat suasana hati lebih baik seharian.

    Kebanyakan orang juga langsung beraktivitas setelah bangun tidur. Padahal, saat bangun, otot biasanya terasa kaku, terutama bagian tulang belakang. Karena itu, sangat dianjurkan melakukan peregangan. Pagi hari tanpa peregangan membuat tubuh kaku seharian, yang tentu akan menghambat produktivitas.

    Tidak perlu melakukan gerakan yang berlebihan. Cukup regangkan otot-otot leher, bahu, lengan dan kaki, tiga sampai empat kali. Jika gemar berolahraga, Anda dapat melakukan aktivitas rutin, seperti lari atau yoga. Yoga akan sangat membantu, bukan hanya segi fisik, melainkan juga mental. Yoga atau meditasi di pagi hari membantu menjernihkan pikiran, membuat lebih fokus, dan menjaga suasana hati tetap baik.

    Kesalahan umum yang kerap terjadi adalah mengkonsumsi kopi. Kafein pada kopi adalah stimulan untuk membuat tubuh merasa tidak lelah atau mengantuk, tapi bukan nutrisi. Minum kopi hitam dengan perut kosong akan memicu produksi hydrochloric acid, penyebab gastritis, umumnya dikenal dengan naiknya asam lambung atau maag. Selain itu, kopi di pagi hari menaikkan kadar kortisol –hormon stres, dalam darah yang akan berdampak buruk bagi kesehatan. Hal yang sama juga berlaku untuk teh.

    Metabolisme tubuh yang baik dimulai dengan asupan alkali atau basa, bukan asam (acid). Ganti kopi atau teh Anda dengan segelas air lemon hangat. Ada banyak manfaat air lemon di pagi hari, seperti menyegarkan butuh, mengembalikan energi, menjaga tubuh terhidrasi, dan membantu kerja sistem pencernaan serta sistem imunitas. Tapi sebelum itu, ingatlah bahwa air putih tetap yang utama. Minum air putih setelah bangun tidur baru lanjutkan dengan asupan lain.

    Terakhir, tapi yang utama, sarapan. Pagi hari adalah waktu paling tepat untuk menerima asupan nutrisi. Jika melewatkannya, Anda akan memilih makanan yang salah sepanjang hari. Dr Mark Pereira dan para peneliti dari Harvard Medical School menemukan sarapan adalah waktu makan terpenting sepanjang hari.

    “Penelitian kami menemukan, sarapan menstabilkan kadar gula darah, yang akan mempengaruhi nafsu makan dan energi. Artinya, orang juga tidak akan merasa cepat lapar di siang hari,” ucap Pereira. Selain itu, sarapan berperan mengurangi risiko diabetes tipe dua dan penyakit jantung. Mulailah hari dengan makanan tinggi protein, seperti almond, sereal whole-grain, atau roti gandung, serta yang memiliki gula alami, semisal buah-buahan. Dengan begitu, kadar gula naik secara bertahap dan stamina terjaga.

    Apa saja yang mesti dilakukan pada pagi hari:

    1. Pukul dada dengan tangan untuk membangunkan energi internal Anda. Efeknya seperti kopi yang membuat anda lebih ‘melek’, juga dapat menstimulasi kerja organ, seperti ginjal, thymus, dan limpa.

    2. Twist, tubuh berbaring, angkat kedua kaki hingga kea rah dada, tahan, rentangkan lengan di lantai setinggi bahu, lalu jatuhkan kaki kea rah kanan hingga kaki kanan Anda menyentuh lantai. Putar kepala ke a rah sebaliknya. Posisi ini dipercaya membantu kerja sistem pencernaan.

    3. Sun salutation adalah peregangan menyeluruh. Posisi tubuh tegak dengan kedua tangan di samping. Sambil mengambil napas, buka tangan lebar hingga ke atas kepala, lalu jatuhkan tubuh ke bawah hingga tangan menyentuh lantai. Ulangi beberapa kali untuk memperlancar sirkulasi darah.

    4. Downward dog. Pose dengan kaki dan tangan di lantai dan tubuh membentuk segitiga dengan lantai. Gerakan ini dipercaya bisa mengembalikan energi.

    TRAVELOUNGE

    Berita lainnya:
    Ini Kesalahan Pola Makan Pasca Puasa
    Susah Diet Vegetarian? Coba Diet Flexitarian
    Tak Ingin Mati Muda, Perhatikan Tanda Fisik Berikut Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.