Yuk, Tilik Kampung Para Pendiri Rumah Makan Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hidangan gulai ikan di rumah makan Lamun Ombak, Padang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Hidangan gulai ikan di rumah makan Lamun Ombak, Padang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pariaman merupakan daerah pesisir Sumatera Barat yang menawarkan suguhan lezat. Sebagian besar rumah makan Padang yang tersebar di Tanah Air dibuka para perantau asal Pariaman, yang berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Padang. Di kampung para juru masak andal ini, tentunya ada pilihan berlimpah hidangan asli Pariaman.

    Walhasil, bila berlibur di kota ini, turus tak hanya menikmati keindahan pantainya, tapi juga berwisata kuliner dengan sajian pilihan seperti berikut ini:

    1. Nasi sek

    Inilah hidangan terpopuler di Pantai Gandoriah, Pariaman. Banyak haya menjualnya di kedai-kedai kecil dengan meja dan kursi di tempat terbuka, di bawah rindangnya pohon cemara laut. Nasi sek adalah kependekan dari nasi “seratus kenyang”. Dulu, harganya memang Rp 100 per bungkus. Kini dipatok Rp 2.000. Sekepal nasi panas dibungkus daun pisang dengan lauk sala ikan atau sala cumi. Sala ikan dan cumi adalah ikan dan cumi yang digoreng dengan tepung beras berbumbu. Bumbu sala ikan dan cumi ini cukup sederhana, yaitu tepung beras, kunyit, garam, dan jeruk nipis. Bumbu tersebut dibalurkan pada ikan dan cumi, lalu langsung digoreng dan dihidangkan panas-panas.

    Gurih dan segar karena ikannya langsung dibeli dari nelayan pagi-pagi di Pantai Gandoriah. Nasi sek dan sala ikan serta cumi ini dilengkapi dengan urap daun singkong dan tauge, serta sambal lado tomat yang dibuat dari cabai, bawang, dan tomat rebus yang digiling kasar.

    Di Pantai Gandoriah terdapat belasan pondok lesehan tempat makan nasi sek yang menghadap ke laut. Harga satu porsi, yang terdiri dari lima bungkus nasi dan sepiring sala serta urap dan sampal lado adalah Rp 15 ribu.

    Kedai Nasi Sek
    Pantai Gandoriah, Pariaman
    Buka pukul 08.00-18.00
    Harga per lima bungkus nasi Rp 15 ribu

    2. Gulai Kepala Ikan

    Yang satu ini, khususnya kepala ikan karang, juga menjadi cirri hidangan di rumah makan Pariaman. Daerah Pauh di Pariaman memang terkenal dengan gulai ikan karang. Bahkan banyak rumah makan di kota besar membuka rumah makan dengan nama Pauh, dengan sajian andalan gulai ikan karang. Salah satu rumah makan yang khusus menjual gulai ikan karang ini adalah Kedai Nasi Pauh. Menggunakan bangunan lama dari kayu dan cukup luas, rumah makan ini menyuguhkan gulai kepala ikan yag masih panas karena baru dibuat pagi harinya di atas tungku kayu di dapur rumah.

    Gulai ikan karang berkuah merah dengan santan yang tidak terlalu pekat. Bumbunya yang berupa bawang merah dan bawang putih yang digiling kasar, serta cabai rawit hijau yang dibiarkan utuh, membuat gulai terasa makin segar. Dibikin lebih khas dengan tambahan daun ruku-ruku, kunyit, serai, dan asam kandis. Hanya cabai merah, jahe, lengkuas, dan kunyit yang digiling halus.

    Kepala ikan karang yang disajikan biasanya ikan kakap yang berkulit tebal, tapi setelah dimasak menjadi kenyal. Gulai ini tidak terlalu pedas, kecuali kalau Anda menggigit cabai rawitnya. Satu porsi dipatok Rp 20 ribu.

    Kedai Nasi Pauh
    Jalan DR. M. Djamil, Pariaman
    Buka pukul 12.00 sampai sore
    Harga per porsi Rp 20 ribu

    3. Katupek Gulai Tunjang

    Hidangan ini bisa ditemukan di Los Lambuangan, Pasar Kuraitaji. Tak jauh dari Kota Pariaman, berada di jalan utana di pesisir Pariaman arah ke Tiku dan Pasaman. Berbeda dengan ketupat atau lontong yang biasanya disajikan dengan sayur nangka, pakis, atau buncis, seperti namanya, ketupat gulai tunjang disajikan dengan gulai tunjang. Tunjang adalah kaki sapi yang direbus lama hingga empuk, mirip kikil, tapi lebih tebal, kenyal, dan lembut. Kalau kikil lebih keras karena kulit luar sapi, sedangkan tunjang merupakan “dagingnya” kaki sapi yang melekat ke tulang.

    Seporsi ketupat disiram gulai dengan kuah yang tidak terlalu merah, berisi beberapa potong cubadak atau nangka muda, beberapa potong tunjang, dan di atasnya ditambahkan kerupuk mentah. Menurut Erni, salah satu pedagang, gulai tunjang dimasak menggunakan bumbu rempah yang sangat beragam, dari ketumbar, kemiri, merica, sampai kapulaga. Tak mengherankan rasa rempahnya begitu kuat.

    Ketupek Gulai Tunjang Kuraitaji
    Pasar Kuraitaji, Pariaman
    Buka mulai pukul 07.00-17.00
    Harga per porsi Rp 12 ribu

    4. Katupek Gulai Sampadeh

    Dijual di Pasar Tiku, sekitar 1 kilometer dari Pasar Kuraitaji, Pariaman. Dulunya Tiku bagian dari Pariaman, tapi kemudian digabungkan dengan Kabupaten Agam. Katupek gulai sampadeh ini dijual di pinggir jalan rasa di Pasar Tiku. Ada tiga kedai yang menjualnya. Sajian ini berbeda dengan hidangan ketupat lain karena kuahnya pedas tanpa santan, menggunakan gulai sampadeh atau gulai asam pedas khas masakah Pariaman.

    Dalam satu porsi ada tiga ketupat yang diguyur kuah asam pedas berwarna merah dengan potongan labu siam dan ikan laut yang kecil-kecil. Sekilas penampilannya kurang menarik, namun pada suapan pertama, Anda mendapat kejutan. Ternyata ketupatnya gurih seperti nasi uduk. Pas sekali dengan kuahnya yang asam, pedas dan segar. Desi, penjualnya, menyebutkan ketupatnya gurih karena dimasak dalam santan yang kental. “Anduang (nenek) saya dulu sudah menjual katupek sampadeh ini,” kata Desi. Ia generasi ketiga yang menjual ketupat gulai sampadeh di Tiku. Harganya Rp 5.000.

    Kedai Katupek Gulai Sampadeh
    Pasar Tiku, Agam
    Buka pukul 06.00-11.00
    Harga per porsi Rp 5.000

    Memang ada banyak hidangan yang dapat Anda coba ketika berwisata ke Pariaman. Namun, untuk minumannya, jangan lupa minuman khas yang amat populer, teh talua atau teh telur. Minuman ini umumnya disediakan di setiap rumah makan atau warung ketupat yang menjual sajian sarapan. Harga per gelas biasanya dipatok pada kisaran Rp 8.000.

    TRAVELOUNGE

    Berita lainnya:
    Cara Mendidik Anak Sensitif
    Apakah Hand Sanitizer Efektif Membunuh Kuman?
    Kiat Menjaga Rambut dan Kulit Tetap Sehat Selama Liburan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.