Menjaga Kulit Tetap Sehat Saat Terjebak Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuci muka. huffingtonpost.com

    Ilustrasi cuci muka. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran tiba, saatnya bepergian jauh mengunjungi sanak keluarga, bertamasya. Ritual menempuh perjalanan jauh, terjebak macet dengan cuaca panas, dan terus-menerus terpapar AC akan membuat kulit kehilangan kelembapan.

    Dokter ahli kecantikan, Sari Chairunnisa, mengatakan kulit kita, terutama kulit wajah, memerlukan perhatian khusus saat melakukan perjalanan yang memakan waktu berjam-jam. "Perawatan kulitnya memang harus ekstra karena terpapar panas matahari dan polusi jalanan," kata Sari kepada Tempo.

    Dia mengatakan ritual membersihkan wajah minimal dua kali sehari wajib dilakukan. Hanya saja terkadang situasi jalanan yang sangat macet tak memungkinkan untuk melakukan ritual itu. "Nyari kamar mandi sulit, antre sangat lama, belum lagi kualitas airnya yang sangat buruk. Tapi ini bukan alasan sebetulnya," katanya.

    Dia memberikan trik untuk mengatasinya:

    1. Selalu sediakan air mineral kemasan untuk mencuci muka. Gunanya jika tak kunjung menemukan toilet atau kualitas air buruk.
    2. Selalu membawa paket pembersih, seperti susu pembersih dan toner-nya. Ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga jika tak ada kesempatan sama sekali untuk mencuci muka. "Jadi tergantung kreativitas gimana caranya menciptakan kesempatan untuk membersihkan kulit wajah," katanya.

    Yang harus dihindari:
    1. Memakai tisu basah bayi untuk membersihkan muka. Demi kepraktisan, beberapa orang memanfaatkan tisu basah bayi untuk membersihkan muka. "Sebaiknya jangan karena kandungannya belum tentu cocok untuk membersihkan kulit wajah, salah-salah malah bisa menimbulkan jerawat dan komedo," katanya.
    2. Tidak memakai pelembap. Selama dalam perjalanan jauh, dia menyarankan penggunaan pelembap yang mengandung SPF untuk pagi hingga sore hari. "Gunanya untuk mengurangi efek buruk sinar UV," kata dia. Setelah membersihkan muka di sore harinya, dia menganjurkan penggunaan pelembap yang banyak mengandung moisturiser. "Supaya kulit wajah tidak kering," katanya.
    3. Menunda minum. Soal kulit kering selama dalam perjalanan, menurut dia, wajar. "Kulit akan cenderung lebih cepat kering karena kurangnya cairan," kata dia. Untuk seseorang yang memiliki kulit cenderung kering, tentu saja ini akan menjadi sebuah masalah. "Karena akan lebih terasa," katanya. Solusinya adalah memakai pelembap wajah yang banyak mengandung moisturiser.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.