Santap Hidangan Lebaran, Jangan Abaikan Kesehatan Gigi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: guardian.co.uk

    Foto: guardian.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyantap hidangan bersama keluarga merupakan kebahagiaan saat merayakan Idul Fitri. Ketupat, opor ayam, daging rendang, sampai kue-kue khas Lebaran telah dicicipi. Setelah melahap semua makanan dan camilan, ada baiknya Anda memperhatikan kondisi gigi.

    Dr Matthew Messina, dokter gigi dan juru bicara American Dental Association menjelaskan masalah pada gigi akan muncul ketika orang melakukan hal-hal merugikan secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama. Kenalilah kebiasaan buruk yang bisa merusak gigi, misalnya permen manis, minuman bersoda, atau asupan berkadar gula tinggi.

    Konsumsi gula harian sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang secara keseluruhan. Gula berbahaya karena merupakan makanan bagi bakteri dalam mulut Anda. “Bakteri membakar gula untuk menghasilkan asam yang dapat menghancurkan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang,” kata Matthew. Selain itu, bakteri menyebabkan napas tidak sedap. Padahal mulut manusia dipenuhi oleh bakteri. Karena itu, jangan sampai Anda membuatnya berkembang.

    Sebaiknya Anda menghindari konsumsi minuman bersoda, minuman energi, atau minuman kemasan. Pada soda khususnya, tidak hanya kandungan gula yang berbahaya, tapi juga kandungan phosphoric dan citric acid di dalamnya dapat membuat gigi menjadi rapuh. Pastikan Anda berkumur atau meminum banyak air putih setelah meneguk minuman jenis ini. Bila ingin menikmati minuman bersoda atau manis, disarankan untuk meneguknya selagi makan, di mana produksi air liur lebih banak. Pada saat itu, gula dapat larut lebih cepat.

    Selain itu, kurangi kegandrungan pada makanan yang lengket atau yang bertepung, yang dapat menggumpat dan menempel di sela-sela gigi. Sisa makanan seperti itu dapat berubah menjadi gula. Mengunyah makanan yang lengket atau lama diproses di mulut, seperti nougat atau jeli ternyata juga memberikan waktu bagi bakteri untuk bekerja dengan gula.

    Nah, jika Anda sudah paham pilihan makanan yang harus dihindari, untuk menjaga kesehatan gigi, perhatikan pula kebiasaan penggunaan gigi. Mengunyah es batu atau menggigiti ujung pensil misalnya, dapat membuat gigi retak atau pecah, Mengunyah es batu tergolong paling besar pengaruhnya karena bisa mengganggu jaringan di dalam gigi dan menyebabkan sakit gigi. Ubah kebiasaan ini dengan mengunyah permen karet bebas gula. Mengunyah permen ini akan memicu produksi air liur yang berfungsi membersihkan mulut.

    Anda punya kebiasaan mengeretakkan atau menumbukkan gigi tanpa sengaja saat tidur atau akibat stress? Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membikin gigi menjadi keropos. Coba atasi dengan merilekskan rahang dan leher, serta tidak mengkonsumsi makanan yang keras. Bisa juga menggunakan mouth guards saat tidur. Selain itu, ingat fungsi gugu untuk makan, bukan alat pembuka botol, pemutar sekrup, atau pemecah es.

    Menghidari kebiasaan buruk tidaklah cukup. Anda juga harus melakukan rutinitas memelihara gigi dan mulut. Terpenting, tentunya menggosok gigi dua kali sehari dengan sikat gigi yang tepat dan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk memperkuat email gigi. Menggunakan benang gigi juga dianjurkan setelah menggosok gigi. Sebagai tembahan bisa juga menggunakan obat kumur.

    Selanjutnya: Daftar minuman dan makanan sehat untuk gigi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.