Umm Ali, Puding Roti ala Mesir Abad ke-13

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puding Roti Mesir, Umm Ali. Sanascooking.com

    Puding Roti Mesir, Umm Ali. Sanascooking.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan menu terhidang di tujuh meja saji di resto Hilal di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat,. Kebanyakan suguhan di gerai yang khusus buka selama Ramadan dan Idul Fitri, itu ala Timur Tengah.

    Namun juaranya adalah umm ali asal Mesir. Bayangkan, mengunyah puding roti, tapi di mulut Anda berpadu dengan manisnya kelembutan roti yang terendam susu serta kerenyahan croissant bertabur almond. Ada pula kejutan manis dari kismis yang hadir malu-malu dan aroma kayu manis.

    Kabar baiknya, penganan ini tergolong gampang dibikin. ”Semua orang bisa membuatnya di rumah,” ujar Rohman Alfariza, koki pastry Hotel Pullman. Resepnya mirip puding roti, tapi tidak perlu telur dan mixer.

    Bahan utama umm ali adalah roti tawar dan susu. "Upayakan pakai croissant supaya lebih gurih," kata Rohman. Cabik-cabik dan sebarkan di piring loyang. Taburkan kayu manis halus, parutan kelapa, dan kacang. Jika tidak ada almond dan pistachio, bisa gunakan kacang apa pun yang disangrai dan ditumbuk kasar supaya crunchy. Jangan lupa kismis. "Itu ciri khas hidangan Timur Tengah."

    Untuk susu, Anda dapat memilih antara susu murni dan fullcream plus gula atau susu kental manis yang diencerkan. Tambahkan sesendok teh ekstrak vanila. Siramkan perlahan sampai roti tergenang. Lalu tambahkan whipped cream di permukaan supaya lebih legit.  Panggang sekitar 15 menit di oven 200 derajat celsius hingga permukaan umm ali kecokelatan. ”Menyiapkannya cuma butuh 20 menitan,” ujar Rohman.

    Hikayat umm ali berawal dari Malik Izz Al Din Aybak, penguasa Mesir pada 1254-1257. Saat sang sultan berburu di delta Sungai Nil, dia kelaparan dan minta makan di sebuah desa. Umm Ali alias Ibu Ali, warga setempat, kelabakan dan menggodok hidangan dari bahan seadanya, sisa-sisa roti, serpihan kacang, dan susu. Ternyata, rombongan sultan menyukainya dan sajian itu bertahan sampai sekarang. Selain di Hotel Pullman, Anda bisa menikmati masakan Ibu Ali itu di berbagai rumah makan Timur Tengah di Jakarta. Misalnya Amira, Albasha, dan Omarez Cafe di Cikini.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Atasi Kantong Jebol Habis Lebaran
    Begini Cara Jawab Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Penting! Kenali 7 Bentuk Payudara dan Bra yang Cocok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.