Kurma, Buah Awet yang Kaya Nutrisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang memeperlihatkan salah satu jenuis kurma di Kawasan Tanah Abang, Jakarta (2/7). Berbagai jenis buah kurma dijual dengan harga Rp. 25.000 - Rp. 400.000 per kilogram. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pedagang memeperlihatkan salah satu jenuis kurma di Kawasan Tanah Abang, Jakarta (2/7). Berbagai jenis buah kurma dijual dengan harga Rp. 25.000 - Rp. 400.000 per kilogram. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah kurma identik dengan hidangan berbuka puasa. Kandungan gula di dalamnya baik untuk meningkatkan kadar gula darah setelah seharian berpuasa. “Ini adalah makanan ideal untuk menormalkan gula darah setelah berpuasa,” kata Inge Permadhi, dokter ahli gizi dari Universitas Indonesia, kepada Tempo.

    Inge mengatakan, buah bernama botani Phoenix dactylifera ini merupakan sumber gula sederhana yang alami. Dalam sebutir kurma terdapat glukosa, sukrosa, dan fruktosa sekaligus. Karena itu, kurma dapat menstabilkan gula darah yang sempat drop karena puasa.

    Kandungan glukosa dalam kurma juga merupakan sumber energi yang baik. Dengan demikian, menurut Inge, mengkonsumsi kurma saat berbuka dapat memulihkan energi. “Tapi jangan dikonsumsi berlebihan,” kata dia.

    Meski punya segudang manfaat, beberapa orang skeptis terhadap kandungan nutrisi kurma yang sudah sampai di ujung jari. Pasalnya, mayoritas kurma yang dijual di pasar bukan buah segar yang baru dipetik. Kekhawatiran ini ditepis oleh Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia, Herdinsyah. “Nutrisinya tidak rusak kok,” kata dia.

    Kurma, Herdi menyebutkan, adalah buah yang sangat awet, bahkan bisa tahan hingga dua tahun setelah dipetik. Herdi mengungkapkan, gula yang terdapat dalam kurma merupakan pengawet alami. Jadi, tak mengherankan jika kurma tetap awet tanpa perlu ditambah zat pengawet.

    Dia menjelaskan, perbedaan kurma segar dengan kurma yang biasa ditemui di pasar hanya pada kadar airnya. “Kadar airnya pasti sudah turun. Tapi karbohidrat, vitamin, dan mineral relatif stabil dan tidak rusak,” kata dia. Jika perbedaan suhu penyimpanan tidak terlalu drastis, Herdi yakin nutrisi dalam kurma tidak akan rusak.

    Hanya, Inge berpendapat kandungan vitamin C dalam kurma tak lagi bagus. Sebab, vitamin C sangat cepat hilang jika terpapar panas matahari dalam waktu lama. “Berbeda dengan kurma segar yang kandungan air dan vitaminnya tinggi. Tapi kan yang dicari dari kurma adalah energi siap pakainya,” ucap dia.

    Kurma tergolong buah yang komplet karena mengandung banyak zat yang berguna bagi tubuh. Di atas semua itu, kurma paling dibutuhkan bagi orang yang berpuasa karena memberikan pasokan gula yang tinggi.

    Kandungan nutrisi dalam 100 gram kurma adalah:
    Energi: 251 kilokalori
    Gula: 56,38 gram
    Karbohidrat: 66,78 gram
    Serat: 7,1 gram
    Protein: 2,81 gram
    Air: 18,27 gram
    Vitamin A: 9 IU
    Vitamin B3: 1,134 miligram
    Vitamin B5: 0,525 miligram

    Banyak jenis kurma beredar di pasar. Harganya pun bermacam-macam. Dari yang Rp 55 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram. Kenali ciri-ciri fisiknya supaya tidak salah membeli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.