Farah Quinn Pilih Makanan Sederhana untuk Berbuka Puasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Farah Quinn. TEMPO/Nurdiansah

    Farah Quinn. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai koki, Farah Quinn terbiasa berkreasi dengan aneka resep njelimet. Namun menu andalannya saat berbuka puasa justru sederhana: agar-agar. Farah, 36 tahun, beralasan, dia dan anaknya, Armand Fauzan Quinn, sangat menyukai sajian tersebut. "Selain manis, seratnya juga tinggi, sehingga sangat baik untuk hidangan berbuka puasa," ucapnya kepada Tempo.

    Farah mengatakan makanan berbahan dasar rumput laut itu merupakan hidangan favorit keluarganya untuk mengakhiri saum. Saking doyannya, dia tidak bosan menyajikannya sepanjang Ramadan. "Kombinasinya macam-macam, tapi Armand sangat suka agar-agar cokelat," ujarnya.

    Lewat akun Instagram-nya, Farah memampangkan sederet agar-agar kreasinya, di antaranya agar-agar tape ketan hitam. Bentuknya bunga mawar dengan semburat merah marun hasil campuran ketan hitam. Semua olahannya lengkap dengan resep. Alasannya, dia ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberi inspirasi dalam menyiapkan hidangan berbuka puasa.

    Agar-agar, sedikit-banyak, berperan dalam menentukan garis hidup perempuan bernama lahir Farah Farhanah itu. "Agar-agar mengembalikan kenangan masa kecil sewaktu ibu saya mengajarkan cara membuat agar-agar," tuturnya. Menurut Farah, dari pengalaman itulah, muncul kecintaan terhadap dunia dapur.

    Sejak masih kecil di Palembang, perempuan kelahiran Bandung ini mengasosiasikan agar-agar dengan Ramadan. Sebab, dia menganggap sajian itu sebagai hidangan paling menyegarkan untuk berbuka puasa. Di luar bulan suci, dia hampir tidak pernah membuat agar-agar.

    DINI PRAMITA

    Berita lainnya:
    Alasan Pria Menggigit Saat Bercinta
    Etika Jatuh Cinta kepada Mantan Pacar Teman
    Pertanda Dia Hanya Mencintai Setengah Hati



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.