Cara Membedakan Tas Asli dan Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tas Hermes. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi tas Hermes. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menghabiskan banyak uang untuk membeli tas Louis Vuitton, Chanel, atau Hermes Birkin, ada beberapa cara untuk memastikan Anda bisa membedakan tas asli karya para desainer dan yang palsu. Lorena Shiff, pemilik toko online barang-barang mewah, mengatakan hal pertama yang harus dilakukan sebelum membeli adalah melakukan penelitian.

    “Anda harus membiasakan diri dengan aneka ragam model tas,” ucap Lorena. Ini adalah langkah yang sangat penting jika berbelanja online. Pastikan perusahaan benar-benar memproduksi tas yang Anda inginkan.

    Jika Anda menjelajahi toko-toko yang menjual tas tersebut, Lorena memberi saran, yakni menyentuh bahannya. “Jika itu plastik, sudah pasti palsu,” ujar Lorena. Kemudian periksa kondisi barang secara menyeluruh, mulai bagian dalam hingga luar. Tas hasil karya seorang desainer akan dilapisi dengan kain kanvas, bukan plastik atau bahan suede.

    Bagi Anda yang mencari tas Louis Vuitton, perhatikan benar bagian pegangannya. Produsan tas itu menggunakan bahan kulit berkualitas tinggi dengan aksen khusus. Sedangkan tas Birkin, yang bisa terjual hampir US$ 12 ribu atau sekitar Rp 157 juta, pasti dilengkapi dengan gembok dan kunci.

    Apa pun tas yang Anda pilih, Lorena menyarankan mencoba bagian ritsleting. “Ritsleting harus bergerak dengan mudah,” tuturnya. Tas asli memiliki ritsleting dengan kualitas yang sangat baik dan mudah dibuka.

    US MAGAZINE | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    6 Tip Simpel untuk Mengatasi Serangan Panik
    Waspadai Fenomena 'Alone Together' dalam Keluarga
    3 Kesalahan Penggunaan Uang dan Cara Mengatasinya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.