Prinsip 'BALOK' Buat Sopir Pemudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan kendaraan pemudik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ilustrasi kemacetan kendaraan pemudik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyiapkan kendaraan sebelum perjalanan jauh, seperti mudik, bisa dilakukan dengan mudah. Cukup dengan mendatangi bengkel dan meminta mekanik memeriksa kendaraan Anda, potensi masalah yang timbul bisa dihindari. Tapi tak ada salahnya, sebelum berangkat dari rumah, Anda kembali memeriksa kesiapan kendaraan.

    Instruktur Senior Jakarta Defensive Driving Consultant, Boy Falatehansyah, menjelaskan, sebetulnya ada langkah mudah mengecek kendaraan secara menyeluruh yang bisa dilakukan pemilik mobil tanpa harus ke bengkel. Dia menyebut langkah-langkah itu dengan istilah “BALOK”. “Itu singkatan dari bodi, air, listrik, oli, serta karet dan kertas,” ujarnya kepada Tempo.

    Untuk langkah pertama, yakni pemeriksaan bodi, Boy mengatakan pemilik mobil cukup memeriksa kelengkapan eksterior mobil. “Apakah ada panel-panel yang longgar atau terlepas dari tempatnya.” Pemeriksaan fisik kendaraan ini juga meliputi pengecekan kondisi ban, apakah masih bagus atau sudah gundul, dan tekanannya cukup atau kurang.

    Langkah kedua adalah memeriksa air. Ada beberapa elemen air pada mobil, yakni air radiator, air wiper, atau air aki jika ada. “Jangan lewatkan bagian-bagian tersebut agar terhindar dari berbagai masalah di jalan.” Dia juga menyarankan agar pengemudi membawa cadangan air bersih dan air aki jika dibutuhkan sewaktu-waktu di perjalanan.

    Setelah itu, masuk ke pengecekan sistem kelistrikan mobil. “Selain mengecek kondisi baterai (aki) mobil, pengemudi harus melihat soket-soket, sikring, dan lampu-lampu mobil.” Siapkan sikring cadangan karena seluruh sistem kelistrikan bergantung pada komponen ini. Jika ada soket yang berkerak, kata dia, cara membersihkannya cukup dengan menyikat dengan air panas dan dikeringkan kembali.

    Oli merupakan elemen penting untuk mesin. Periksa tangkai pada oli mesin terlebih dulu, dengan membuka tangkai oli. “Jangan sampai kurang.” Lalu, lanjutkan dengan memeriksa oli rem, oli power steering, dan oli gardan. “Oli rem minimal diganti setahun sekali atau jika sudah menghitam.” Kondisi oli rem yang menghitam menunjukkan oli sudah tercampur air. Inilah yang menyebabkan rem blong.

    Pengecekan selanjutnya adalah komponen berbahan karet, seperti wiper dan timing belt. “Dua komponen ini harus segera diganti jika kondisinya sudah getas atau retak-retak.” Karet wiper yang jelek membuat kinerjanya dalam menyingkirkan air dan kotoran saat hujan kurang maksimal, sehingga pandangan pengemudi terganggu. Adapun jika timing belt putus, mobil bisa mogok dan harus turun mesin.

    Adapun pengecekan kertas, kata Boy, artinya adalah kelengkapan dokumen. “Jangan sampai lupa bawa SIM dan STNK, dan simpan di tempat yang aman.”

    Selama perjalanan, Boy mengatakan hal utama yang harus menjadi prioritas pemudik adalah keselamatan dan keamanan di jalan raya. “Supaya perjalanan menjadi aman dan nyaman, pemudik sebaiknya mengetahui teknik mengemudi yang baik,” kata dia. Namun menguasai teknik mengemudi saja masih tak cukup. Menurut Boy, justru pengendalian emosi lebih penting dalam berkendara. Salah satu cara menjaga emosi saat mengemudi, kata dia, adalah menerapkan prinsip-prinsip defensive driving.

    Instruktur Kepala Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana Praseto menekankan tiga aspek penting bagi pemudik yang membawa kendaraan pribadi, yakni aman, nyaman, dan efisien. “Aman artinya kondisi kendaraan dan pengemudi harus sehat serta menghindari potensi bahaya,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

    Soal aspek kenyamanan, Sony menganjurkan para pengemudi rutin beristirahat dalam perjalanan. “Setidaknya setiap 2-3 jam sekali menepi untuk melepas lelah.” Sedangkan soal efisiensi, kata dia, para pemudik sebaiknya menentukan rute perjalanan sebelum mudik. “Kumpulkan informasi rute perjalanan, cari jalan alternatif supaya terhindar dari kemacetan.”

    Berikut ini hal-hal yang patut diperhatikan calon pemudik kendaraan pribadi:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.