Tunik dan Kaftan Pimpin Tren Busana Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peragawati mengenakan busana muslim rancangan Restu Anggraini dengan tema Naqiyya dalam Zalora Lebaran Fashion Parade 2015 di Jakarta, 19 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Peragawati mengenakan busana muslim rancangan Restu Anggraini dengan tema Naqiyya dalam Zalora Lebaran Fashion Parade 2015 di Jakarta, 19 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Lebaran merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Bagi fashionista, Lebaran harus disiapkan sebaik mungkin dengan memakai busana teranyar agar tetap fashionable dan stylish.

    Berkaca pada angka penjualan Zalora, tunik dan kaftan masih menjadi primadona untuk gaya Lebaran tahun ini. Menurut CEO Zalora Indonesia Anthony Fung, angka penjualannya meningkat tiga kali lipat. 

    Salah satu busana Lebaran yang unggul adalah rancangan Zalia, yang diluncurkan pada April 2016. Zalia mencetak pendapatan 8,5 kali lebih besar dibanding hari biasa dan dua kali lebih banyak dibanding pada tahun sebelumnya. Zalia adalah private label yang memproduksi modest wear, dengan pemasaran tak hanya di Indonesia.

    Koleksinya didominasi unsur emas lewat parade renda emas. Untuk menambah kesan mewah pada acara-acara di malam hari, Zalia mengeluarkan busana dengan paduan warna hitam dan emas. Selain itu, beragam bordir, manik-manik, dan motif geometric foil mendominasi koleksinya untuk menambah kesan modern.

    Palet warna yang digunakan tak jauh dari putih, hitam, dan palet berwarna pastel. Tapi ada juga beberapa warna biru pucat dan hijau metalik yang dikeluarkan untuk menambah kesan glamor dan edgy saat Lebaran nanti. Semua dirangkum dalam beragam siluet, seperti siluet lurus dan peplum top, dengan gaya flowy dan fit. "Produk yang menjadi favorit adalah gaun panjang, kaftan dengan aksen payet, dan tunik dengan motif rumit," tutur Anthony.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.