Kurangi Gula Agar Kue Manis Aman Dikonsumsi Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue lebaran

    Kue lebaran

    TEMPO.COJakarta - Lebaran identik dengan aneka makanan yang siap disantap setelah sebulan berpuasa. Makanan berat, seperti ketupat dan opor ayam hingga kue-kue, akan disajikan di meja makan Anda saat Lebaran.

    Bagi Anda yang sudah memiliki anak, sebaiknya lebih hati-hati saat membuatkan makanan bagi si kecil, terutama sajian kue-kue Lebaran. Anak-anak pasti menyukai kue-kue Lebaran yang manis dan berbentuk lucu. Namun banyak orang tua yang khawatir anak mereka menjadi sakit karena menyantap makanan yang terlalu manis.

    Bagaimana menyiasati kue-kue Lebaran agar tetap aman dikonsumsi anak? Menurut Dewi Utari, fashion stylist yang sekarang menjadi pemilik usaha kue Delicakes, caranya tergolong mudah. “Biasanya aku sudah memaniskan di adonan kuenya. Jadi gulanya sedikit. Mainkan saja di kadar gulanya, seperti apa high and low gulanya,” kata Dewi Utari ketika ditemui dalam suatu acara awal Juni lalu.

    Bagi Dewi Utari, menggunakan gula khusus justru membuat rasa makanan menjadi berbeda. “Waktu itu aku pernah juga pakai gula diabetes. Memang rasanya agak beda sih, which is agak kurang enak menurut aku. Jadi tetap pakai gula biasa, tapi dikurangin aja,” ujarnya. 

    Untuk makanan yang menggunakan bahan gula icing, Dewi Utari memilih memperbanyak margarin dibandingkan gula. “Biasanya kalau icing tuh gulanya banyak, terus margarinnya sedikit. Kalau ini aku ganti jadi margarinnya banyak, gulanya sedikit,” tuturnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Pembantu Mudik, Saatnya Melatih Sikap Mandiri Anak
    Agar Asisten Rumah Tangga Kembali Pasca-Lebaran
    Jenis Perawatan Wajah Menjelang Lebaran
    Tren Busana Lebaran 2016: Emboss



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.