Pembantu Mudik, Saatnya Melatih Sikap Mandiri Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. gannett-cdn.com

    Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. gannett-cdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerepotan ketika ditinggal mudik pembantu rumah tangga dapat diatasi dengan berbagi tugas di rumah. Konsep berbagi tugas kepada anak-anak ini bertujuan untuk mengenalkan pekerjaan rumah tangga.

    Psikolog keluarga, Retno Pudjiati, mengatakan kerepotan ditinggal pembantu mudik saat Lebaran selalu menjadi problem klasik yang dialami pasangan suami-istri. "Ada banyak kekhawatiran dengan mencari jalan keluar atau solusi praktis. Misalnya, menyewa pembantu infal, membawa cucian ke laundry, makan di restoran, menginap di hotel, dan sebagainya."

    Retno mengatakan, ada pula keluarga yang menjadikan momentum tanpa pembantu untuk melatih sikap mandiri, terutama pada anak-anak. "Banyak anak yang akhirnya suka mengerjakan tugas rumah, seperti merapikan kamar sendiri. Mereka fun tanpa beban," kata dia.

    Yang penting orang tua tidak memberikan tugas berat atau menyuruh mengerjakan tugas dengan cara paksa. "Ada banyak keluarga yang kurang punya waktu untuk bersama karena kesibukan. Momentum ini membuat mereka bersatu dan lebih mendekatkan satu sama lain."

    Sementara itu, psikolog Seto Mulyadi mengatakan momentum ketika pembantu mudik Lebaran justru tepat untuk mengenalkan kepada si kecil untuk belajar mengerjakan tugas rumah. Psikolog yang biasa disapa Kak Seto itu menuturkan ada anak yang akhirnya mau membantu mengerjakan tugas rumah dan belajar mandiri. "Tanpa pembantu membuat anak-anak terlatih, peka, dan bertanggung jawab. Sebab, mereka merasakan sendiri, turun langsung, mengerjakan tugas rumah," katanya.

    KORAN TEMPO


    Berita lainnya:
    Dampak Brexit pada Industri Fashion
    Sinar Matahari Terbit dan Terbenam Paling Bahaya buat Mata
    Nikmatnya Nasi Goreng Incaran Wisatawan Asing di Magelang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.