Takjil dengan Kue Kuno Talam Ebi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue kuno talam ebi dari Pontianak. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    Kue kuno talam ebi dari Pontianak. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.COPontianak - Tidak salah kalau Ramadan disebut sebagai bulan silaturahmi. Kita tidak hanya bisa bertemu dengan kerabat, tapi juga penganan yang lama tak kita jumpai. Di Pontianak, bulan puasa berarti juga saatnya berburu kue tradisional, seperti talam ebi. 

    Kudapan yang juga dikenal di Singkawang ini terbuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu. Topping-nya bertabur ebi alias udang kecil kering. Perpaduan bahan tersebut memunculkan rasa yang unik, yaitu kenyal, gurih, dan asin. “Sekarang dimodifikasi dengan irisan daun seledri dan cabai, sehingga tampilan lebih menarik,” kata Fitri Novianti, pengusaha katering di Pontianak. 

    Kue ini disebut “talam” karena kerap disuguhkan di atas talam alias nampan. Dulu, bentuknya segi empat lalu dipotong kecil-kecil. Kini kue tersebut lebih banyak hadir berbentuk seperti mangkuk mungil.

    Fitri, 43 tahun, mengatakan teknologi memudahkan pembuatan kudapan ini. Kakek-neneknya dulu menggunakan lesung batu untuk menghaluskan ebi, tapi kini dia cukup mencemplungkannya ke dalam blender. Ebi kemudian dicampur dengan tumisan bawang putih, cabai, gula pasir, garam, dan seledri. Kemudian dimasak hingga kering.

    Adonan talam terdiri atas perbandingan dua bagian tepung beras dan satu bagian tepung sagu. Kemudian ditambahkan gula, merica, dan garam ke dalam adonan, lalu diberi santan. Adonan lalu dimasukkan ke cetakan atau loyang untuk dikukus dengan api sedang hingga matang. Terakhir, ditaburkan ebi. 

    Di Pasar Juadah, Pontianak, talam ebi dijual seharga Rp 1.000 sampai Rp 2.500, tergantung ukuran dan banyaknya topping. “Kue ini mengingatkan saya pada masa kecil," kata Sri Wahyuningsih, warga Kotabaru, Pontianak. Menurut Sri, hampir tidak ada perbedaan antara talam ebi kotanya dan talam ebi Singkawang. Kue tradisional ini juga dikenal oleh masyarakat Betawi. Namanya pun serupa dan sama-sama jadi sajian langka.

    ASEANTY PAHLEVI

    Berita lainnya:
    Pilih Mana, Sendiri tapi Sehat atau Berdua tapi Sakit
    Tanda Anda Gila Belanja Online dan Cara Mengeremnya
    Oleh-oleh Khas Madiun Bukan Cuma Brem, Cek Daftar Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.