Saran buat Para Ibu yang Ditinggal Pembantu Mudik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mencuci pakaian menumpuk. femalefirst.co.uk

    Ilustrasi mencuci pakaian menumpuk. femalefirst.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama liburan, ketika pembantu mudik, para ibu yang biasanya bekerja di luar rumah merasa dituntut untuk menjadi perempuan super yang bisa mengelola semua keperluan keluarga selama Lebaran. Jika tak berhati-hati, ini bisa menjadi sumber stres baru.

    Terlebih jika pembantu rumah tangga baru kembali bertepatan saat si ibu harus mulai kembali bekerja. Intinya, tak ada liburan untuk ibu. Berikut ini cara menghindarinya.

    1. Jangan ngoyo
    Janganlah memasang target menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga dalam satu waktu. Berpikirlah dengan skala prioritas, mana yang lebih penting dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Tak mengapa jika tak sempat menyiram taman, asalkan tempat tidur anak-anak tetap bersih dan rapi agar mereka bisa beristirahat.

    2. Bagi tugas
    Jika anak-anak sudah cukup besar untuk mendapat tugas rumah tangga, delegasikan pekerjaan itu dengan adil.

    3. Libatkan suami
    Libatkan juga suami untuk mengajari anak-anak bahwa semua anggota keluarga punya kewajiban yang sama.

    4. Manfaatkan sumber daya eksternal
    Jika tak sempat mencuci, kirim cucian ke binatu. Jika tak sanggup memasak, sesekali gunakan jasa pesan-antar makanan tepercaya.

    5. Jaga kondisi tubuh
    Ibu juga harus makan makanan yang sehat. Jangan karena memikirkan anak-anak, lalu kebutuhan ibu untuk nutrisi yang sehat terabaikan.

    6. Cukup tidur
    Jangan karena ingin membereskan pekerjaan saat anak-anak sedang tidur membuat Anda mengorbankan waktu tidur Anda juga.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Atasi PRT Mudik dengan Jasa Pembantu Infal
    Quality Time Saat Pembantu Mudik Lebaran
    Hindari Kebiasaan Buruk di Depan Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.