Bukan Cuma buat Usus, Probiotik Bisa Cegah Kanker Payudara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi payudara. go4healthylife.com

    Ilustrasi payudara. go4healthylife.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minuman probiotik yang mengandung bakteri baik lactobacillus dan streptococcus sudah sejak lama diklaim baik buat kesehatan pencernaan. Namun hasil penelitian menunjukkan bakteri baik tersebut juga bagus buat kesehatan payudara sehingga menurunkan risiko terkena kanker.

    Bila banyak bakteri jahat yang bersarang di payudara, akibatnya adalah kerusakan DNA dan juga tumbuhnya tumor. Para ilmuwan menyarankan para wanita untuk mengkonsumsi probiotik untuk memperbanyak bakteri baik dalam tubuh.

    Bakteri baik dan jahat hidup di saluran susu, apakah wanita itu pernah menyusui atau tidak. Namun risiko kanker lebih kecil pada mereka yang pernah menyusui karena dalam susu juga terdapat bakteri baik.

    Hasil penelitian menunjukkan bakteri dari probiotik tidak hanya berkeliaran di usus tapi juga mencapai sel-sel payudara. Para ahli pun berkesimpulan bakteri tersebut bisa membantu mencegah kanker.

    "Karena air susu manusia mengandung bakteri yang bermanfaat, kami berpikir mungkin bakteri itu juga berperan dalam menurunkan risiko kanker," kata Dr Gregor Reid dari Western University di Ontario, Kanada.

    Untuk mengecek teorinya, Dr Reid dan tim memeriksa jaringan payudara dari 58 wanita. Beberapa di antaranya menderita kanker, sebagian baru menunjukkan gejala, dan yang lainnya sehat.

    Hasilnya, bakteri lactobacillus dan streptococcus ternyata lebih banyak ditemukan pada mereka yang sehat. Bakteri baik itu melindungi tubuh dengan memproduksi antioksidan, yang bisa membantu mencegah kerusakan sel-sel yang disebabkan radikal bebas.

    DAILYMAIL | PIPIT

    Berita lainnya:
    Gaji Generasi Z Sekitar Rp 25 Juta Sebulan
    Mau Mengecat? Begini Cara Menghitung Kebutuhan Cat
    Makanan yang Harus Dipilih dan Dihindari Agar Awet Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.