Aturan Main Jika Anak Punya Gadget

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan telepon genggam. Sxc.hu

    Ilustrasi anak dan telepon genggam. Sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Psikolog anak dan keluarga dari Connecticut dan New York, Amerika Serikat, Barbara Greenberg, PhD, mengatakan ketidaksetujuannya terhadap pemberian telepon seluler pribadi kepada anak-anak. Menurut dia, di balik beberapa fungsinya yang menguntungkan, ponsel pintar membawa pengaruh negatif untuk anak. 

    Ponsel pintar memungkinkan anak memasuki dunia maya dan mengakses konten-konten berbahaya, seperti kekerasan dan pornografi. “Banyak kasus anak yang mengalami fantasi dalam pikiran mereka, tentang hal-hal yang belum mereka mengerti,” urai Greenberg.

    Selain itu, dia meyakini anak-anak yang memiliki ponsel selalu tergoda untuk tidur larut malam karena sibuk bermain game atau berkirim pesan dengan teman. 

    Namun, jika Anda telanjur mengabulkan permintaan si kecil untuk menggenggam ponsel pribadi, jangan segan menetapkan aturan main dalam penggunaannya di antaranya sebagai berikut.

    - Dilarang mengunduh aplikasi atau permainan tanpa sepengetahuan orang tua.
    - Batasi penggunaan kuota Internet dan pulsa.
    - Selalu awasi pengaturan intensitas cahaya ponsel untuk mencegah timbulnya gangguan pada mata anak.
    - Tetapkan aturan waktu menggunakan ponsel. Misalnya, dilarang menggunakan ponsel untuk alasan yang tidak jelas di jam belajar (pukul 19.00-21.00).
    - Dilarang memasang password. Jika demi alasan keamanan dari orang luar, Anda harus tahu password yang digunakan.
    - Ambil ponsel anak setidaknya satu jam sebelum tidur. Letakkan di luar kamar.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Cara Alami Hilangkan Minyak di Area T Wajah
    Tip Meninggalkan Rumah dengan Aman Saat Mudik Lebaran
    Tip Mudik Nyaman Bersama Anak-anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.