Cerita Desainer Yoha Keluar dari Busana 'By Order'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yoha Friska Meifanny. tabloidbintang.com

    Yoha Friska Meifanny. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki status sebagai lulusan sebuah sekolah mode terkemuka tidak menjadikan segalanya mudah bagi Yoha Friska Meifanny. Wanita asal Padang, Sumatera Barat, ini justru harus menempuh tahap pembuktian agar namanya bisa dikenal publik.

    “Saya lulus sebagai best student di Esmod. Tapi rasanya tidak pede untuk langsung membuat brand sendiri,” kata Yoha Friska Meifanny yang baru mengenakan hijab saat kuliah di Esmod.

    Wanita yang biasa disapa Fanny ini lalu mencoba mengikuti sebuah lomba. Dari iseng-iseng, ternyata ia keluar sebagai juara satu dalam lomba desain busana muslim yang digelar Majalah Nur. Sejak itu, orang-orang mulai mengenal Fanny dan mengorder baju padanya.

    “Lama-lama saya berpikir, kalau by order terus, kapan bisa memasukkan idealismenya saya? Baju by order itu kan jadinya lebih banyak kemauannya pembeli,” ujar Fanny. Akhirnya, awal 2013, Fanny memberanikan diri membangun brand busana muslim Yoha. Yoha merupakan nama depannya dan dua saudaranya.

    “Yoha itu perpaduan nama ayah dan ibu. Semua anak nama depannya Yoha. Saya pakai nama itu biar berkah,” ujar Fanny yang juga memiliki gelar sarjana hukum dari Universitas Andalas.

    Busana muslim yang “Fanny banget” pun mulai diproduksi. Busana ready to wear hanya dibuat sebanyak kurang lebih 20 buah setiap modelnya. “Busana muslim gaya urban dengan sedikit sentuhan futuristik. Dengan potongan garis tegas yang sedikit maskulin sehingga cocok dikenakan wanita dengan beragam tipe bentuk tubuh,” ujar Fanny yang memperbarui koleksinya setiap dua minggu.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Tip Meninggalkan Rumah Saat Lebaran
    Mengenal Sumber Vitamin A dan Beragam Manfaatnya
    Cara Alami Hilangkan Minyak di Area T Wajah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.