Menu Italia dengan Ciri Khas Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lamb Barbeque with Traditional Japanesse Blackpaper  di Restoran Hide Yamamoto, Lotte Ambassador, Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Lamb Barbeque with Traditional Japanesse Blackpaper di Restoran Hide Yamamoto, Lotte Ambassador, Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Sesto Senso adalah restoran persembahan Yamamoto untuk jenis masakan pasta dan antipasto (makanan pembuka). Salah satu milik jaringan global restoran masakan Jepang dengan nama Hide Yamamoto.

    Sesto Senso menawarkan ruangan yang terlihat mewah dengan harga yang tidak terlalu wah. Masuk ke Ciputra World Super Block 1FL-01, ruangan restoran diterangi oleh cahaya yang temaram. Lampu-lampu menggantung tepat satu-satu di atas meja kayu. Selain minibar, Sesto Senso menyediakan sofa yang melekat ke dinding restoran. Di bagian pojok, pengunjung bisa leluasa merokok. 

    Jejak Jepang yang paling kentara di restoran Italia ini adalah rasa yang tidak begitu pedas. Sebab, menurut dia, orang Jepang bukan penggemar rasa pedas. Untuk membuktikannya, saya memesan sejumlah hidangan rekomendasi. Sebagai pembuka, pilihan yang ditawarkan sebagai pesanan favorit adalah Insalata di Avocado e Pomodoro (Rp 75 ribu). "Pomodoro adalah tipikal makanan bersaus tomat," kata kepala chef Minoru Komiyama. Yang membedakan salad buatan mereka adalah dressing atau sausnya.

    Saus berwarna peach yang memagari barisan telur rebus, udang rebus, alpukat, tomat, dan selada itu memang beda. Pada mulanya rasanya manis, lalu gurih, dan menyisakan rasa pedas. Komiyama mengatakan mereka membubuhkan bubuk kari, mayones, yogurt, lada, cabai, dan saus tomat sebagai bahan utama saus. Yang membuat kejutan adalah potongan tomat segar yang terasa manis, tidak seperti tomat yang umumnya didominasi rasa asam.

    Potongan udang yang direbus pada suhu 80 derajat pun masuk sempurna mewakili unsur laut dari salad ini. Namun yang menutup kesempurnaan rasa adalah irisan kuning telur rebus. Ketika kuning telur ini meleleh di mulut bersama tomat dan alpukat, rasanya tidak perlu berkata-kata.

    Pizza Margherita (Rp 89 ribu) isinya sederhana: saus tomat, keju mozzarella, dan daun basil. Tapi, sekali menggigit adonannya, baru terasa bahwa racikannya berbeda. 

    Adonan tepung roti yang lembut itu membuat irisan piza ini tidak terlalu mengenyangkan. Kita seperti makan roti biasa. Komiyama menjelaskan, mereka memang membuat jenis piza yang cocok untuk kudapan. Namun cita rasa piza ini diinterupsi oleh rasa asin yang kuat di bagian tengah. Menurut Komiyama, mereka tidak membubuhi garam, tapi lelehan mozzarella-lah yang menjadi musababnya. Rasa asin itu memang memudar ketika menggigit bagian ujung terluar pizza.

    Salmone alla Griglia (Rp 129 ribu). Ikan salmon yang dibakar ini memiliki tekstur tidak terlalu lembut dengan warna daging peach. Seperti halnya olahan steak, ada hancuran kentang dan mayones yang kali ini diambil dari anchovy atau fermentasi teri. Perasan lemon, kombinasi salmon, mayones, dan kentang itu kompak memproduksi rasa nano-nano: gurihnya ikan ditambah legitnya kentang berakhir dengan segarnya lemon.

    Sebagai penutup, Hazelnut Latte (Rp 30 ribu) dan mocktail La Passion (Rp 42 ribu). Teman yang tepat untuk makanan yang berat hanyalah La Passion. Campuran dari sirop, jus jeruk, dan jus apel ini manjur untuk membuat lidah dan tenggorokan segar kembali.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya: 
    Buka Puasa dengan Variasi Kue Imut dan Manis
    Mi Glosor, Menu Favorit Buka Puasa Khas Bogor
    Resep Rahasia Kambing Bakar Cairo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.