Memukul, Cara Salah Memberikan Pelajaran kepada Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda termasuk orang tua yang kerap memukul anak dan kemudian dengan bangga berkata, "Pukulan itu akan membuatnya menjadi anak yang lebih baik?" Kini saatnya kebiasaan itu diubah karena ada bukti sosiologis bahwa memukul berbahaya bagi fisik dan mental anak. Berikut ini alasan memukul anak bukanlah cara mengajar yang benar.

    1. Mengajari nilai-nilai sosial yang salah
    Memukul menunjukkan kurangnya respek. Ketika memukul anak, kita tidak memperlakukan mereka sebagai manusia, tapi lebih sebagai obyek. Akibatnya adalah efek-efek negatif dan anak-anak itu akan membenarkan kekerasan fisik di kemudian hari saat ia sudah memiliki pasangan.

    2. Memberi kesan bahwa yang "lebih kuat" itu benar
    Untuk membuat anak mengerti sesuatu, hukuman fisik bukanlah cara yang tepat. Sebab, ketika memukul anak untuk kesalahan yang dibuatnya, pesan yang disampaikan sesungguhnya adalah yang lebih besar dan lebih kuat selalu benar.

    3. Mengajari anak bahwa orang yang lebih tua boleh memukul yang lebih muda
    Banyak cerita soal anak (yang sudah besar) yang memukuli orang tuanya. Mengerikan, bukan? Ketika memukul anak saat kecil, kita memberikan kesan kepadanya bahwa yang lebih besar dan lebih kuat boleh semena-mena terhadap yang lebih kecil dan lebih lemah, meski maksudnya ingin membuat anak disiplin. Bayangkan bila si anak itu sudah tumbuh dan lebih besar dan kuat daripada kita.

    4. Kekerasan tak menyelesaikan masalah
    Dengan memukul juga menunjukkan kepada anak bahwa kekerasan bisa menyelesaikan masalah dan memberi kesan bahwa si anak juga boleh melakukannya kepada orang lain.

    5. Mempengaruhi kepercayaan diri
    Bila kita ingin anak-anak tumbuh menjadi orang yang percaya diri, memukul bukanlah gagasan yang tepat, karena anak justru akan mempertanyakan identitasnya setelah dipukul orang yang seharusnya melindungi.

    6. Meningkatkan risiko buruk perkembangan mental anak
    Sebuah penelitian menunjukkan pukulan pada masa kecil yang dimaksudkan membuat anak disiplin justru menimbulkan dampak psikologis yang panjang.

    INDIATIMES | PIPIT

    Berita lainnya:
    7 Fakta Tentang Pria yang Tak Disangka
    10 Jenis Pekerjaan yang Bisa Ditekuni Lulusan SMA
    Si Introvert Ternyata Lebih Oke di Tempat Tidur



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.