Merasa Benci pada Pekerjaan? Atasi dengan 7 Cara Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.COJakarta - Beruntunglah orang-orang yang bisa menemukan pekerjaan dan karier yang sesuai dengan minat mereka. Namun ada pula orang-orang yang justru merasa terjebak dalam pekerjaan yang mereka benci.

    Mereka yang merasa terjebak umumnya merasa tak punya pilihan dan enggan mencari peluang pekerjaan di tempat lain. Bisa jadi karena mendapatkan pekerjaan baru cukup sulit, sehingga mereka terpaksa tetap bekerja di tempat yang sama demi menghidupi keluarga.

    Jika Anda merasa benci pada pekerjaan yang Anda miliki saat ini, setidaknya ada tujuh hal yang bisa Anda lakukan.

    1. Evaluasi alasan Anda untuk tetap tinggal

    Cobalah evaluasi apa yang menjadi alasan Anda tetap menetap di pekerjaan saat ini meski Anda tahu Anda membencinya.

    Apakah karena perusahaan memberi keuntungan kesehatan? Apakah Anda membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan keluarga? Apakah Anda kesulitan menemukan pekerjaan baru yang lebih baik?

    Alasan lain bisa juga karena Anda begitu dekat dengan lingkungan kerja saat ini dan merasa takut jika di perusahaan lain Anda tidak bisa menemukan teman-teman baru yang menyenangkan.

    Apa pun alasan Anda, satu hal yang pasti adalah Anda menetap karena Anda punya alasan dan itulah yang memberi Anda tujuan untuk tetap bekerja.

    Tujuan atau alasan itulah yang seharusnya bisa membantu Anda untuk melupakan segala macam kebencian terhadap pekerjaan dan berusaha mencari kebahagiaan saat bekerja.

    Anda hanya perlu memindahkan fokus perhatian. Jauhkan rasa benci dan selalu berpikir positif mengenai pekerjaan Anda saat ini.

    2. Ciptakan kebahagiaan di lingkungan kerja

    Apabila Anda kesulitan untuk mencari kebahagiaan dalam pekerjaan saat ini, cobalah ciptakan sendiri.

    Habiskan waktu bersama rekan kerja yang dekat dengan Anda, ajak dia bicara, pergi makan siang bersamanya, atau sesekali tak ada salahnya menghabiskan akhir pekan dengannya. Dengan catatan, jangan bicarakan masalah kantor jika Anda berada di luar jam kerja.

    Namun, jika Anda merasa tak cocok dengan teman-teman di kantor, cobalah cara lain. Bawalah sesuatu yang bisa membuat Anda bersemangat saat bekerja di kantor, misalnya foto orang terkasih, foto anak, atau foto bersama keluarga, lalu letakkan di tempat yang mudah terlihat oleh Anda.

    Dengan begitu, setiap saat Anda merasa sedih, lihatlah benda itu yang bisa menjadi sumber kebahagiaan Anda.

    3. Tulis jurnal

    Meski Anda mengalami hari yang buruk, tentunya masih ada hal-hal kecil yang bisa Anda syukuri. Tuliskan setiap hal kecil tersebut dalam jurnal, sehingga Anda selalu bisa menemukan hal positif dalam situasi apa pun.

    Jika Anda malas menulis di jurnal atau buku, tuliskan saja di ponsel Anda atau tulis status di media sosial.

    Dengan cara ini, Anda tak akan pernah lupa bahwa selalu ada hal baik yang terjadi walaupun Anda melakukan pekerjaan yang Anda benci.

    4. Beri dukungan kepada rekan kerja

    Siapa tahu Anda bukan satu-satunya karyawan yang merasa benci dengan pekerjaan. Siapa tahu ada rekan kerja lain yang memiliki pemikiran sama dengan Anda, benci pekerjaan tapi tak bisa ke mana-mana.

    Cobalah ajak dia bicara, tapi jangan sama-sama mengeluh. Sebaliknya, tunjukkan bahwa Anda mencoba bersikap positif meski Anda membenci pekerjaan.

    Dengan cara ini, bukan hanya Anda yang akan merasa termotivasi, melainkan rekan kerja Anda pun akan merasakan hal yang sama.

    5. Lakukan kebaikan

    Coba lakukan kebaikan kepada siapa saja tanpa mengharapkan imbalan. Melakukan kebaikan secara tidak langsung akan membuat Anda merasa senang.

    Misalnya, Anda bisa menciptakan hubungan baik dengan rekan kerja lewat kebaikan itu. Bantu rekan kerja dalam melakukan sebuah tugas sulit, berbagi makan siang, atau belikan mereka kopi dan makanan ringan.

    Kebaikan yang dilakukan secara tak terduga bisa membuat orang lain merasa bersyukur. Sebab, seburuk apa pun pekerjaan mereka, tetap ada rekan kerja yang bisa diajak berbagi.

    Dengan cara ini pula kerja sama tim dalam lingkungan kerja bisa terbentuk dengan kuat.

    6. Investasi pada diri Anda

    Perusahaan Anda mungkin menawarkan program pelatihan untuk mengembangkan keahlian. Jangan abaikan kesempatan tersebut karena siapa tahu Anda mendapatkan pelajaran yang berharga.

    Namun, jika perusahaan tidak menyediakannya, carilah peluang di tempat lain. Belajarlah keahlian baru, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun keahlian yang memang menjadi hobi Anda.

    Anggap saja hal itu sebagai sebuah investasi. Siapa tahu, jika Anda sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut, Anda bisa menggunakan keahlian itu sebagai sumber pendapatan.

    Siapa tahu juga, keahlian Anda itu bisa memberi Anda kesempatan untuk mengembangkan karier.

    7. Mulai kerja lepas

    Jika semua cara sebelumnya sudah Anda coba dan Anda masih membenci pekerjaan saat ini, carilah rencana “melarikan diri” yang lain.

    Bergantung pada keahlian dan peraturan perusahaan, Anda bisa melakukan kerja lepas di luar dari pekerjaan kantoran Anda saat ini.

    Apabila Anda punya kemampuan mendesain, menggambar, menjahit, menulis, fotografi, atau lainnya, Anda bisa melakukan pekerjaan lepas tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama Anda.

    Membenci pekerjaan atau menyukainya merupakan pilihan. Anda bisa saja merasa buruk setiap harinya dengan mengeluh, tapi Anda juga bisa mencari strategi untuk tetap bertahan.

    Anggap saja pekerjaan tersebut sebagai tantangan dalam hidup. Jika tanpa tantangan, hidup pun akan terasa monoton, bukan?

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.