Cara Positif Hadapi Reorganisasi di Tempat Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. lifehack.com

    Ilustrasi. lifehack.com

    TEMPO.COJakarta - Apakah Anda pernah dipindahkan ke bagian lain di tempat kerja Anda? Jika ya, Anda telah mengalami yang disebut dengan reorganisasi perusahaan.

    Reorganisasi perusahaan (bukan promosi atau kenaikan jabatan) adalah hal yang biasa terjadi. Ini biasanya buah pikiran pihak manajemen yang memiliki strategi atau kebijakan tertentu untuk menghadapi suatu tantangan.

    Jangan kaget jika Anda tiba-tiba mendapat tugas pekerjaan yang berbeda dari saat bergabung pertama kali. Anda tidak hanya harus mempelajari hal baru mengenai tugas dan pekerjaan, tapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

    Richie Frieman, seorang pakar etika modern, mengatakan, “Pada akhirnya, tidak peduli apa, akan selalu ada pemenang dan pecundang.” Apakah Anda termasuk yang akan bersemangat menghadapi tantangan atau menyerah?

    Jika pilihannya adalah tetap bersemangat, apa pun yang terjadi, tiga tip dari Frieman berikut ini akan membuat Anda menjalaninya dengan benar.

    1. Hal yang lebih buruk bisa saja terjadi
    Pada kenyataannya, Anda bisa saja termasuk yang dipecat ketika terjadi reorganisasi di perusahaan. Hanya saja, dipindahtugaskan berarti masih bekerja, masih mendapatkan gaji, dan masih bisa mengembangkan kemampuan di bidang usaha yang sama, yang dari semula memang Anda sukai.

    Reorganisasi hanya membuat Anda berpindah ke divisi lain, ke ruangan atau gedung yang berbeda, tapi keseharian Anda tidak akan jauh berbeda. Janjian makan siang dengan teman di divisi lama masih sangat mungkin dilakukan.

    Bepergian dengan teman lama bisa menjadi salah satu terapi untuk membuat Anda kembali tenang dan percaya bahwa kejadian yang dialami bukan akhir dari segalanya. Toh, Anda tidak perlu pusing memikirkan cara membayar cicilan dan sebagainya hanya karena gangguan keuangan yang datang mendadak, bukan?

    2. Bersikap terbuka
    Orang-orang yang masuk ke lingkungan baru sangat normal apabila merasakan kegugupan. Satu kuncinya adalah dengan menjadi orang yang bisa diajak berteman atau bersikap terbuka. Hanya karena canggung, lantas memilih untuk lebih banyak diam dan duduk di meja, bukan solusi terbaik untuk mengatasi kegugupan itu sendiri. Justru akan menimbulkan perasaan yang lebih tidak enak pada diri Anda.

    Tentu Anda tidak suka ketika orang-orang di sekitar berbisik-bisik, “Sepertinya dia orang baru”, “Kenapa dia dipindahkan ke sini?”, dan sebagainya. Jadi sebaiknya berusahalah untuk bersikap terbuka, ramah, dan mudah disapa oleh orang lain dengan tidak memasang muka masam atau dingin. Seperti sebuah pepatah lama, Anda menarik lebih banyak lebah dengan madu daripada dengan cuka.

    3. Perkenalkan diri
    Anda bukan tipe orang yang mudah terbuka. Atau merasa jika bersikap ramah secara tiba-tiba akan membuat Anda terlihat palsu dan aneh. Memaksakan hal tersebut jelas bukan awalan yang bagus untuk memulai hubungan baik dengan orang lain. Jadi hal paling mendasar yang bisa Anda lakukan adalah memperkenalkan diri. Karena inilah yang memang orang-orang nantikan dari Anda. Sebagai anggota tim baru yang akan bekerja sama ke depannya, tentu mereka ingin tahu seperti apakah Anda.

    Sebagai penutup, Frieman mengatakan situasi kerja yang baru tidak pernah mudah. “Namun, sekali lagi, semua akan lebih mudah dikelola jika Anda mengambil langkah-langkah kecil (seperti tiga tip di atas),” ujar Frieman.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    6 Alasan di Balik Kebohongan Pria
    Gadis, Perhatikan 11 Hal Ini Saat Menjalin Cinta
    Ladies, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Sedang Haid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.