4 Cara Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak

Reporter

Ilustrasi anak bermain lego. inhabitots.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pendidikan di dalam keluarga akan mempengaruhi psikologi anak dalam menghadapi lingkungannya di luar rumah. Dalam perkembangan anak perlu ditekankan pentingnya proses, tidak hanya akhir yang dilihat.

Orang tua adalah guru pertama bagi anak. Ia akan menjadi role model anak. Anak adalah peniru ulung, ia akan menyerap apa yang dikatakan dan dilakukan orang tua. Berikut ini adalah tip untuk mengantisipasi agar anak tidak melakukan hal yang tak terpuji.

- Sejak awal, pasangan mesti tahu soal perkembangan anak, seperti apa mereka ingin karakter anaknya berkembang.

- Perlakukan anak sebagai sahabat. Ajak mereka bercakap-cakap dan melakukan kegiatan bersama-sama.

- Tekankan persahabatan itu dalam setiap persoalan. Berikan kuantitas perhatian yang cukup banyak. Bukan kualitas waktu yang diperlukan anak, melainkan kuantitasnya. Misalnya, menelepon beberapa kali sehari, bercakap-cakap tentang kegiatannya sebelum bertemu di rumah.

- Tekankan nilai-nilai yang ingin dikembangkan kepada anak. Bukan hasil yang penting, melainkan usahanya.

- Orang tua menjadi teladan. Contohkan semua nilai itu dalam kehidupan keluarga. Sopan dan jujur kepada anak serta suami atau istri bila melakukan kesalahan.

KORAN TEMPO



Berita lainnya:
Ibu Tunggal yang Bekerja Lebih Rentan terhadap Penyakit
Gadis, Perhatikan 11 Hal Ini Saat Menjalin Cinta
Ladies, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Sedang Haid






7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

4 hari lalu

7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

Pembaptisan anak hingga larangan untuk berbicara keras di depan umum, inilah 7 pola asuh anak yang harus ditaati oleh keluarga Kerajaan Inggris.


4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

4 hari lalu

4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

Dalam psikologis, dikenal 4 gaya pola asuh anak, yaitu pola asuh otoritatif, otoriter, permisif, dan pengabaian. Berikut adalah penjelasannya.


4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

4 hari lalu

4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

Seiring perkembangan zaman dan pengetahuan, berikut adalah empat mitos terkait pola asuh anak atau parenting yang sebaiknya Anda tinggalkan.


Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

6 hari lalu

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

Tantrum merupakan cara anak-anak kecil mengekspresikan kekesalan atau frustrasi mereka. Ini tahapan khas dalam pertumbuhan anak.


4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

40 hari lalu

4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

Ayudia C selalu up to date terhadap perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya


Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

43 hari lalu

Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

Menjadi orang tua yang baik adalah impian semua orang, tapi salah memilih gaya parenting bisa menjadikan hal sebaliknya


Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

52 hari lalu

Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

Perkembangan dunia sudah sangat pesat dan persaingan pun semakin ketat sehingga anak pun perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk menghadapinya.


Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

29 Juli 2022

Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

Kristen Bell mengatakan dia menghargai pesan yang diambil anak-anaknya dari tema dan cerita Paw Patrol.


Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

22 Juli 2022

Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

Bukan yang permisif, bukan pula otoriter. Ini pola asuh yang ideal menurut dokter anak.


Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

22 Juli 2022

Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

Zaskia Adya Mecca tak ingin menentukan semua hal untuk anaknya hanya karena mereka masih kecil, belum mengerti, atau merasa orang tua yang lebih tahu.