Tanda Anda Gila Belanja Online dan Cara Mengeremnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

    Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Belanja via online akan menjadi masa depan dunia bisnis. Konsumen terus bertambah, tak hanya dari segi jumlah, tapi juga dari sisi intensitas alias frekuensi belanja setiap orang yang kian banyak. Tidak jarang, bagi beberapa orang, belanja lewat Internet ini sudah seperti menjadi candu. Dan itu bukan isapan jempol. 

    Seperti dilansir Dailymail, artis Lindsay Lohan adalah salah satu yang terjebak dalam kecanduan belanja online. Dalam sehari Lohan bisa membelanjakan uang US$ 5.000 atau setara dengan Rp 66 juta di situs belanja.

    Di negeri sendiri, cerita semacam itu dialami Tania Arina, 32 tahun, meski tentu saja tidak sampai menghabiskan puluhan juta rupiah saban hari. Pada suatu saat, karyawati perusahaan retail ini sempat kalap membeli berbagai barang, dari baju, tas, sampai parfum dan kosmetik, secara online. Akibatnya, tagihan kartu kredit Tania membengkak hingga menyentuh limit Rp 10 juta.

    Tania terpaksa menjual laptop dan mencari pinjaman sana-sini untuk menutup tagihan. "Lebih parah karena saya selalu membayar tagihan minimum terus per bulan. Makanya enggak pernah kelar nih utang," katanya. Tania baru bisa melunasi seluruh tagihan setelah delapan bulan. "Tapi gue enggak kapok belanja online karena praktis," tuturnya.

    Becermin dari pengalaman Tania, mari kita identifikasi apakah Anda sudah keranjingan belanja online dengan tanda-tanda sebagai berikut ini.

    1. Tab-tab di web browser penuh dengan keranjang belanja yang menanti konfirmasi pembelian.
    2. Rutinitas harian berselancar dari satu situs ke situs lain untuk melihat promo terbaru.
    3. Surat elektronik dipenuhi oleh promosi berbagai macam situs online.
    4. Sangat girang ketika menerima e-mail yang memberitahukan ada diskon besar-besaran.
    5. Diam-diam berbelanja online saat sedang bekerja.
    6. Mudah dikenal oleh kurir karena doyan menggunakan jasa bebas ongkos kirim.
    7. Mendapatkan kiriman yang bahkan sudah tak diingat lagi kapan memesan barang itu.
    8. Mencari kesempatan bekerja dari rumah agar dapat menunggu kurir datang mengantarkan barang.
    9. Keranjang sampah terus-menerus dipenuhi oleh plastik atau kardus pembungkus barang.
    10. Tak ragu memasang berbagai macam aplikasi di handphone yang memudahkan kegiatan belanja.
    11. Merasa sangat cemas dan mungkin panik ketika belanja di toko offline.
    12. Merasa kecewa berlebihan ketika barang yang datang sedikit di bawah ekspektasi.
    13. Sering kali tidak sengaja membeli barang yang sama dua kali.
    14. Kemarahan tak terkendali ketika barang yang diinginkan sold out.
    15. Merasa membutuhkan semua barang yang dibeli secara online.

    Apakah Anda benar-benar gila belanja lewat Internet? Kalau jawabannya ya, inilah lima cara sederhana untuk mengendalikan kecanduan belanja online.

    1. Unsubscribe segala penawaran atau promosi lewat e-mail dan SMS.
    2. Memblokir akses ke situs belanja favorit lewat gawai yang digunakan: telepon seluler pintar, laptop, tablet, bahkan bila perlu komputer kantor.
    3. Hapus aplikasi belanja yang sudah dipasang di gawai.
    4. Mengendalikan pikiran dengan berpikir rasional, apakah memang betul-betul dibutuhkan.
    5. Jika sangat kecanduan, segera cari pertolongan dengan berkonsultasi ke psikolog.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Hidup Bebas dari Utang, Begini Caranya
    Bermain dengan Ayah Bisa Hindarkan Anak dari Masalah Mental
    Penting! Kenali 7 Bntuk Payudara dan Bra yang Cocok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.