Ritual Makan Shabu-shabu Ciri Khas Restoran Choi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Okane Shabu-shabu restaurant. openrice.com

    Okane Shabu-shabu restaurant. openrice.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menu shabu-shabu, masakan asal Jepang ini sebenarnya tidak asing lagi bagi lidah orang Jakarta. Segar dan sehat. Namun, di Okane, shabu-shabu yang disajikan adalah yang berasal dari Korea Selatan. Lebih tepatnya berasal dari Distrik Gangnam, yang dikenal sebagai kawasan pusat hiburan dan fashion di Seoul, Korea Selatan.

    Menurut Direktur Okane Shabu-shabu Restoran, Gunawan Wijoyo, sejak sepuluh tahun silam, keluarga Choi Ga Nae merintis usaha restoran barbecue Korea di Gangnam. Mereka memperkenalkan shabu-shabu ala Korea. Ciri khasnya, kuah merah memakai bubuk cabai besar merah dan bahan dasar kedelai. Selama ini shabu-shabu Jepang dan Korea punya kesamaan, yaitu kaldu putih.

    Gunawan berpartner dengan tiga rekannya membuka Okane Shabu-shabu pada Agustus 2012 di Jalan Prof Joko Sutono, Kebayoran Baru. Okane dalam bahasa Korea berarti lezat dan dalam bahasa Jepang artinya uang.

    Slogan restoran ini adalah: Healthy Eating Lifestyle. Makanannya memakai bahan segar, meminimalkan pemakaian garam dan bebas bumbu penyedap (MSG). Menu utama mereka, Okane Special Shabu Set, berisi irisan daging sapi wagyu Australia; ikan dori; empat macam sayur-sayuran; jamur (enoki, king mushroom, shimeji cokelat dan putih); sawi Korea; kulit tahu; labu; dan kentang.

    Ada ritual makan shabu-shabu yang menjadi ciri khas restoran Choi. Yakni, makan sayurannya yang direbus lebih dulu, masukkan daging irisan yang menimbulkan rasa manis pada kuah, kemudian cemplungkan mi hijau (warnanya berasal dari zat hijau daun, klorofil) dan sisa kuah untuk membuat nasi goreng.

    Nasi goreng ala Korea berisi irisan kecil wortel, daun bawang, dua telur puyuh, dan bawang bombai. Memakai minyak zaitun, sedikit garam, dan sisa kuah shabu-shabu yang digoreng bersamaan dengan nasi putih oleh pramusaji. Makannya di panci tempat nasi itu digoreng.

    "Sisa kuah berbumbu menimbulkan kerak pada nasi. Ciri khasnya, makan nasi goreng garing," kata Gunawan. Banyak pengunjung tidak paham ritual ini. Mereka biasanya memesan nasi putih lagi dengan lauk shabu-shabu. Menu shabu-shabu disajikan dengan bumbu saus buatan sendiri, dengan diberi wasabi dan cabai rawit cincang.

    Selain shabu-shabu, ada menu lain, yakni Bibim Guksu-mi dari beras putih yang nama lainnya, Korean Spicy Cold Noodle-yang disajikan bersama sayuran, buah pir, lobak diasamkan, dan potongan kecil es. Rasanya pedas, asam, dan manis.

    Ada juga menu Balsac Bulgogi (Korean Barbeque Beef), yakni irisan daging wagyu yang dibumbui barbecue kemudian dibakar hingga menyerupai daging burger. Cocok untuk menu pembuka, selain Chiken Pok Pok (nugget) untuk anak-anak. Harga shabu-shabu mulai Rp 129 ribu hingga Rp 156 ribu per orang (tambahan bakso ikan). Sedangkan harga Balsac Bulgogi Rp 89 ribu dan Bibim Guksu Rp 79 ribu.

    Kompor untuk memasak shabu-shabu juga didatangkan khusus dari Korea. Model kompor simpel dan tipis dengan teknologi terbaru. Untuk melengkapi makanan, ada minuman Exotic Blue dari buah sirsak dan soda, jus buah campuran nanas-apel, dan menu penutup sari lidah buaya dengan selasih.

    Restoran ini terdiri atas dua lantai dengan kapasitas 130 orang. Sementara resto di Gangnam didatangi Super Junior dan SNSD, kalangan ekspatriat Korea serta beberapa figur publik, seperti Sarah Sechan, Febby Febiola, dan Nadine Chandrawinata, kerap menyantap makanan sehat di sini.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Memahami Trigliserida Pemicu Diabetes
    Bagaimana Menyikapi Anak Tomboi?
    Kebiasaan Sebelum Tidur yang Menambah Kemesraan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.