Tip Atasi Takut Serangga pada Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak takut serangga. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak takut serangga. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat anak belajar berjalan, ia mulai menjelajah lingkungan sekitarnya. Rasa penasaran pada segala hal cukup tinggi. Namun seringkali kita menemukan anak berteriak jika melihat binatang kecil, seperti belalang, kupu-kupu, dan jenis serangga lainnya.

    Seperti dilansir Babycenter, semakin anak tumbuh besar, ketakutannya akan hilang dengan sendirinya. Semakin besar, anak akan merasa tertarik melihat bentuk serangga. Bahkan, ada anak usia 2 tahun yang selalu berteriak ketika melihat serangga, tetapi di usia 4 tahun malah hobi mengoleksi serangga.

    Sabeena Esposito, seorang ahli biologi dari Bugs Without Borders, Toronto. Organisasi yang membantu anak-anak maupun orang dewasa belajar tentang serangga (binatang kecil) memberikan bagaimana mengatasi rasa takut anak pada serangga dan laba-laba:

    1. Amati dan kumpulkan
    Anda dapat mengajak anak melihat serangga lebih dekat. Ajarkan anak untuk mendengar suara alam, semisal dengan mengamati serangga dan mengumpulkan hal yang berkaitan dengan serangga. Anda dapat menanamkan dalam pikirannya bahwa serangga itu baik.

    2. Pelajari dan pelihara
    Bacakan anak cerita tentang serangga, baik itu berupa dongeng ataupun anatomi. Dari situ, anak dapat mengenal serangga dengan baik. Mempelajari serangga bisa juga dengan langsung dengan memeliharanya supaya anak mengetahui metamorfosis serangga.

    3. Merasakan gigitan serangga
    Cobalah Anda merasakan gigitan dan biarkan anak melihat dan coba merasakan. Digigit serangga tidaklah seseram yang dibayangkan.

    TODAYSPARENT | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Hidup Bebas dari Utang, Begini Caranya
    Tip Kecantikan untuk Perempuan 30 Tahun ke Atas
    Inilah Pemenang Hijab Fashion Awards di HFW 2016


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.