Berapa Lama Waktu Tidur yang Benar?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: indianasleep.com

    Foto: indianasleep.com

    TEMPO.COJakarta - Para ilmuwan dari University of Michigan melakukan riset untuk melacak pola tidur di seluruh dunia. Data yang dikumpulkan adalah usia, jenis kelamin, paparan cahaya, dan pola tidur di seratus negara. Penelitian ini mempelajari bagaimana tekanan sosial mempengaruhi ritme biologis seseorang.

    "Kami menemukan bahwa tekanan sosial dan dorongan biologis yang menurun di malam hari menyebabkan orang menunda waktu tidur mereka dan memperpendek durasi tidur," kata seorang peneliti seperti dilansir Mirror.

    Penelitian ini menunjukkan waktu pergi ke tempat tidur mempengaruhi durasi tidur. Faktor utama yang menentukan kualitas tidur seseorang adalah usia. (Baca: 7 Fakta Unik tentang Tidur)

    Penelitian ini mengumpulkan data melalui aplikasi di smartphone. Para ilmuwan bertanya kepada 6.000 orang. Aplikasi tersebut meminta pengguna memasukkan informasi tentang usia, jenis kelamin, negara, dan zona waktu. Hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan data tentang pola tidur di seluruh dunia.

    Hasilnya, durasi tidur di dunia bervariasi. Di Singapura dan Jepang, durasi tidur seseorang rata-rata selama 7 jam 24 menit dan di Belanda 8 jam 12 menit.

    Menurut para peneliti, kurang tidur selama setengah jam memiliki efek yang signifikan terhadap fungsi kognitif dan kesehatan. Jika kurang tidur, kemampuan kognitif seseorang menurun.

    Durasi tidur yang disarankan adalah 7 jam. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika, kurang tidur meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita tidur 30 menit lebih lama daripada pria. 

    MIRROR | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Yuk, Percantik Kamar Tidur
    Awas, Tidur Tengah Malam Bikin Gemuk
    Kiat Mempererat Hubungan Ibu Bekerja dengan Buah Hati 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.