Hati-hati, Enam Makanan Ini Bisa Mengganggu Fungsi Otak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • nutritionaloutlook.com

    nutritionaloutlook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita sudah mendengar banyak soal makanan super dan manfaatnya. Namun, jangan lupakan pula ada banyak makanan dengan efek buruk dan bisa mempengaruhi fungsi otak.

    Untuk jenis-jenis makanan tak bersahabat tersebut, disarankan untuk mengkonsumsinya secara bijak untuk membatasi dampak buruknya.

    Berikut ini adalah enam makanan yang bisa mempengaruhi daya kerja otak.

    1. Gula
    Gula dan makanan manis tidak baik, bukan hanya bisa membuat gemuk tapi juga berbahaya buat fungsi otak. Konsumsi gula berlebih bisa mengakibatkan masalah neurologis dan merusak memori. Gula bisa mengganggu kemampuan belajar. Jadi, hindarilah produk-produk yang mengandung gula dan fruktosa tinggi.

    2. Makanan hasil proses
    Hampir semua makanan hasil proses mengandung bahan kimia, pewarna, pemanis buatan, dan pengawet yang bisa mempengaruhi fungsi kognitif otak.

    3. Sodium
    Kita semua sudah tahu bahwa makanan yang mengandung garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan tak baik buat kesehatan jantung. Menurut riset, konsumsi terlalu banyak garam bisa merusak fungsi kognitif otak dan menurunkan kemampuan untuk berpikir.

    4. Pemanis buatan
    Banyak orang yang khawatir dengan kalori yang ada di dalam gula dan beralih ke pemanis buatan. Padahal sebenarnya, pemanis buatan lebih berbahaya dari gula, terutama bila dikonsumsi dengan jumlah banyak setiap hari.

    5. Tahu
    Menurut banyak penelitian, tahu bisa menaikkan risiko pikun.

    6. Alkohol
    Alkohol bisa merusak otak dengan cara menghambat aliran darah dan mempengaruhi fungsi neuro transmiter dengan cara mempersempit pembuluh darah dan berdampak sangat besar pada fungsi otak.

    INDIATIMES | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.