Tip Kurangi Kaki Bengkak Saat Hamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kaki bengkak saat hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi kaki bengkak saat hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Umumnya wanita hamil mengalami pembengkakan pada beberapa tubuh. Seperti pembengkakan pada wajah, tangan atau kaki. Kondisi ini merupakan hal yang wajar. Karena ketika hamil seorang wanita mengalami perubahan kadar hormon.

    Ketika memasuki masa trimester ketiga, ibu hamil seringkali mengalami kaki bengkak. Hal ini disebabkan berat badan yang semakin bertambah sehingga beban kaki anda semakin berat.

    Edema adalah istilah untuk kaki bengkak pada masa kehamilan. Edema artinya penimbunan cairan. Metabolisme tubuh yang berubah ini terjadi akibat perubahan keseimbangan volume cairan tubuh.

    Ibu hamil disarankan minum enam sampai delapan gelas per hari. Hal ini untuk membuang racun yang ada di tubuh ibu. Hal ini juga dipercaya dapat mengurangi bengkak pada kaki.

    Berikut cara untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil:
    • Kurangi konsumsi garam. Konsumsi garam pada masa kehamilan menjadi salah satu penyebab kaki bengkak.
    • Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Hal ini memungkinkan cairan menetap di salah satu bagian tubuh yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan.
    • Hindari pemakaian sepatu yang mengikat kaki anda atau sepatu yang ketat karena akan menghambat peredaran darah anda.
    • Tidur dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala dan jantung. Tujuannya untuk memperbaiki sirkulasi darah.
    • Hindari suhu panas, baik itu mandi dengan air panas, atau terpapar sinar matahari yang terik.
    • Tidur miring ke arah kiri. Hal ini membantu aliran darah kembali ke jantung.
    • Rutin berolahraga. Ibu hamil disarankan untuk rutin berolahraga ringan seperti berenang atau berjalan kaki di air.
    • Konsumsi kalium. Buah yang banyak mengandung kalium yaitu pisang. Kalium mampu menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh.

    DINA ANDRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.