Cara Bijak Menggunakan Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.COJakarta - Menjamurnya media sosial terkadang membuat Anda kewalahan untuk mengikuti segala perkembangannya.

    Berbagai media sosial yang ada menawarkan wadah bagi karya tulisan, foto, ataupun video dan itu cukup membuat Anda bingung menentukan media sosial mana yang akan digunakan.

    Banyaknya jumlah media sosial yang ada bukan berarti Anda harus menggunakan semua media sosial tersebut. Sebab, selain menyita waktu, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat Anda kecanduan. 

    Supaya hal tersebut tidak terjadi, simak beberapa tip ini agar Anda semakin bijak menggunakan media sosial.

    - Sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan atau minat Anda. Contoh, Anda yang memiliki hobi fotografi atau membuat video, dapat menggunakan media sosial Instagram dan YouTube. Atau Anda yang memiliki bisnis, dapat membuat Fans Page di Facebook.

    - Supaya tidak mengalami kecanduan, batasi penggunaan media sosial. Anda bisa menjadwalkan untuk menggunakan media sosial pada jam dan durasi tertentu. Jadwal tersebut akan menghindarkan kemungkinan Anda mengakses media sosial di sela-sela aktivitas Anda, sehingga Anda bisa lebih produktif dalam menjalankan aktivitas tersebut.

    - Apabila kebiasaan untuk sekadar melihat laman home media sosial (Facebook, Twitter, dan Instagram) sulit dihilangkan, cobalah alokasikan waktu luang singkat, seperti ketika berada di kendaraan umum atau menunggu antrean untuk melakukan kebiasaan tersebut. Dengan mengalokasikan waktu luang tersebut, Anda bisa tetap mendapat informasi terkini, tapi tidak kehilangan waktu Anda untuk aktivitas lain yang lebih penting.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.