Kesalahan yang Sering Dibuat Wanita saat Berdandan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecantikan/berdandan. Shutterstock.com

    Ilustrasi kecantikan/berdandan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak wanita yang becermin dan merasa tidak puas dengan tata rias mereka. Di dagu terlihat ada garis tipis ujung polesan alas bedak, sedangkan pipi terlihat seperti apel matang. Apa saja kesalahan yang sering dibuat perempuan ketika berdandan?

    "Memakai peralatan rias terlalu banyak tidak baik, terlalu kering, terlalu mengkilap, atau terlalu tebal. Tata rias itu soal keseimbangan, soal pikiran. Tanyakan pada diri sendiri, apakah riasan yang digunakan sudah pas," kata James Vincent, direktur pendidikan dan tata rias di Makeup Show di Los Angeles, Amerika Serikat, kepada Lifescript.

    Kesalahan yang banyak dibuat adalah alis yang terlalu tebal. Alis sering dibuat tidak proporsional, tak sesuai dengan bentuk wajah, atau mata. Walhasil, alis tersebut lebih mirip alis di tokoh kartun, tidak terlihat alami.

    Kesalahan lain yang banyak dibuat adalah contouring. Maksud hati ingin membuat bentuk wajah lebih menarik, tapi karena kesalahan hasilnya wajah justru terlihat mengerikan.

    Selain itu, lupakan pula kosmetik merek terkenal dan mahal tapi tidak cocok di wajah. Berhati-hatilah dengan apa yang kita pakai di wajah. Yang terpenting, cari tahu formula dan bahan-bahan kosmetik tersebut.

    Warna alas bedak juga sering menjadi kesalahan. Sesuaikan warna alas bedak dengan kulit wajah, termasuk perubahan akibat cuaca. Misalnya, di hari yang panas kulit terlihat lebih gelap, pilihlah alas bedak yang sesuai meski artinya harus punya pilihan alas bedak yang cukup banyak.

    Yang juga tak kalah penting, jangan berlebihan dalam merias wajah. Bila terlihat hasil riasan sudah oke, berarti hasilnya sudah baik, dan jangan ditambahkan lagi, misalnya pipi dibuat lebih merah atau pemulas mata dipertebal.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.