Yoga Anti-gravitasi, Seperti Apa Gerakannya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berlatih yoga. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita berlatih yoga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Di antara berbagai olah raga yang atraktif, yoga bisa menjadi salah satu pilihan olah tubuh santai namun tetap membuat badan sehat. Dengan beragam gerakan yang dinamis, yoga kerap menjadi pilihan banyak orang, terutama kaum hawa.

    Salah satu gerakan yoga yang bisa dipraktikkan adalah yoga anti-gravitasi. Gerakannya unik, dinamis, dan dibawakan dengan menyenangkan. Gerakan yoga yang dikembangkan oleh Christopher Harrison, ini menggunakan hammock atau tempat tidur gantung sebagai medianya, sementara pada umumnya yoga menggunakan matras.

    Hammock atau buaian membuat tubuh lebih lentur. Gerakannya membuat badan berada dalam posisi terbalik, kepala di bawah, dan kaki di atas. “Posisi ini akan membantu melancarkan peredaran darah dan meingkatkan metabolisme tubuh," ujar instruktur sekaligus  General Manager Svarga e-motion sanctuary, Abigail  Anka Widjaya. "Gerakan ini juga membuat seseorang yang melakukannya terlihat awet muda."

    Idealnya, gerakan yoga ini dilakukan seminggu dua kali dengan durasi satu jam. Melakukan olah raga lebih dari satu jam akan membuat konsentrasi seseorang menurun. Hal ini dikhawatirkan membuat orang tersebut melakukan gerakan yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan cidera otot.

    "Terlebih, gerakan yoga anti-gravity memiliki gerakan dasar yang harus dilakukan sebagai pemanasan dan menjadi pakem dari jenis yoga yang satu ini," ujar Abigail. Gerakan yang menjadi pakem itu seperti, cara berpegangan.

    Posisi tangan dan tubuh terhadap hammock harus sesuai aturan. Benar tidaknya cara berpegangan ini akan berpengaruh terhadap kekuatan gerakan. Dalam waktu satu jam berlatih, seseorang sudah mendapatkan gerakan yoga mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga santai.

    Yoga anti-gravitasi sangat dianjurkan untuk mereka yang ingin memperkuat otot kaki, otot tangan, otot punggung dan bagian tubuh lain yang gerakannya tidak seimbang. Kecenderungan seseorang dalam melakukan aktivitas menggunakan satu bagian tubuh saja membuat seseorang bergerak tidak seimbang. Misalnya, terlalu sering menggunakan tangan kanan, ataupun cara berjalan yang diseret.

    Sebelum melakukan yoga anti-gravitasi, seseorang tidak mengonsumsi makanan berat. Makanlah makanan ringan dan tidak berlebihan karena gerakan yang akrobatik dikhawatirkan membuat perut yang penuh dengan makanan menjadi tidak nyaman.

    Tapi jangan bayang dengan berolah raga bisa membuat seseorang langsung langsing. "Langsing itu bonus jika kita sehat karena berolahraga," kata Abigail. "Kalau ingin langsing, jaga pola makan."

    DWI RENJANI

    Berita lainnya:
    Ayo Makan Kacang-kacangan Biar Panjang Umur
    Lelah dengan Serangan Migrain, Cobalah 7 Tip Berikut Ini
    8 Hal yang Bikin Pria Memperhatikan Bibir Wanita Saat Bicara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.