Tidak Lapar tapi Ingin Makan, Inilah Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang berusaha membatasi makan karena khawatir kelebihan berat badan. Mereka terus berusaha menjalani diet sehat dan tetap fit.

    Namun ada pula orang yang senang makan meski tidak sedang lapar, dan itu sering disebut "makan emosional". Orang-orang seperti ini biasanya makan karena dipicu hal-hal yang bersifat emosional, seperti stres, dan bisa juga karena sebab-sebab lain seperti di bawah ini.

    1. Pengaruh kortisol
    Stres bisa mengakibatkan produksi kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Kortisol bermanfaat buat tubuh. Tapi, bila berlebihan, kortisol bisa menyebabkan stres berat dan menjadi masalah di badan. Kadar kortisol yang tinggi juga bisa memunculkan keinginan untuk makan sesuatu yang asin atau manis.

    Pada abad-abad sebelumnya, produksi kortisol berlebih membuat orang menimbun makanan kemudian dikonsumsi pada masa susah makanan, misalnya saat gagal panen atau musim dingin. Tapi, pada masa kini, kortisol berlebih hanya membuat orang menjadi rakus dan mengakibatkan berat badan naik.

    2. Makan sosial
    Banyak orang yang sedang stres butuh dukungan sosial karena bisa mengurangi stres tersebut. Sayangnya, saat berkumpul bersama teman-teman kadang menjadi waktu makan bersama dan yang dipilih tentu menu-menu enak serta melupakan diet. Untuk waktu singkat, cara seperti itu memang menyenangkan, tapi tidak untuk dampak jangka panjang.

    3. Energi gugup
    Ketika sedang stres atau gugup, banyak orang menjadi senang ngemil, dan bentuknya tak selalu makanan. Bisa juga jadi senang menggigit kuku. Sebagian lain jadi senang makan meski tidak lapar. Biasanya, makanan yang disantap tidak sehat, seperti keripik dan minum bersoda.

    4. Bawaan masa kecil
    Tak sedikit orang yang terhanyut akan kenangan pada masa anak-anak, termasuk soal makanan. Waktu kecil, orang tua senang memberi hadiah permen, es krim, atau makanan-makanan enak dan manis lain bila si anak sukses dalam melakukan sesuatu. Saat dewasa, ketika sedang stres, kerinduan akan makanan pada masa kecil pun muncul lagi, sehingga dicarilah makanan itu untuk menghilangkan stres.

    5. Makanan pelarian
    Saat sedang ada masalah, seperti dalam rumah tangga, pekerjaan, atau percintaan, banyak orang melarikan diri dari persoalan tersebut dengan makan. Contohnya orang yang sedang ada masalah perkawinan. Daripada membicarakan masalah tersebut dengan pasangan, ia lebih senang melupakannya dengan cara makan sepotong besar kue. Makanan memang bisa mengalihkan fokus dari kemarahan, kesedihan, ketakutan, dan berbagai emosi lain.

    Daripada melampiaskan stres dengan makan, lebih baik cari cara lain yang lebih sehat, misalnya berolahraga, mengerjakan sesuatu yang bermanfaat, atau menyalurkannya lewat hobi, seperti bermain musik atau menggambar.

    VERYWELL | PIPIT

    Berita lainnya:
    10 Merek Perhiasan Termahal Sejagat
    4 Kebiasaan yang Bikin Dompet Anda Jebol
    8 Hal yang Bikin Pria Memperhatikan Bibir Wanita Saat Bicara



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.