Pria yang Pintar Ngomong Ternyata Lebih Menarik buat Wanita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan kencan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan kencan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lupakan pria jangkung, berkulit gelap, berbadan kekar, dan tampan. Ada hal-hal lain yang membuat pria lebih menarik di mata wanita, begitu menurut penelitian teranyar.

    Menurut hasil penelitian di Universitas Carolina Utara di Chapel Hill dan Universitas Buffalo di Amerika Serikat, pria yang pandai bercerita justru lebih menarik buat kaum Hawa. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Personal Relationships.

    Para peneliti melakukan tiga penelitian untuk mempelajari perbedaan gender dan bagaimana kemampuan bercerita mempengaruhi daya tarik untuk menjadikan orang tersebut sebagai pasangan untuk jangka panjang atau pendek.

    Para peneliti tersebut menyurvei 388 orang, 55 persen di antaranya perempuan. Setiap orang ditanya soal level daya tarik dari pasangan yang potensial berdasarkan biografi yang dituliskan orang-orang yang disurvei itu.

    Hasilnya sungguh mengejutkan. Buat para wanita, pria dengan kemampuan bercerita ternyata dinilai paling menarik untuk dijadikan pasangan untuk waktu yang lama. Bagaimana dengan wanita?

    "Dalam data kami, laki-laki sepertinya tidak peduli apakah perempuan itu pandai bercerita atau tidak. Sudah pasti, semua ini berhubungan dengan pentingnya kemampuan komunikasi buat kedua jenis kelamin itu, tapi tidak menjadi patokan bahwa kemampuan bercerita wanita juga menjadi daya tarik buat pria," kata Melanie Green dari Universitas Buffalo kepada CBS News.

    "Kemampuan bercerita telah tumbuh mengiringi status laki-laki dan membantu meningkatkan daya tarik mereka," ujar Green.

    PIPIT


    Berita lainnya:
    Peneliti: Jangan Selalu Turuti Ngidam Saat Hamil
    Urusan Remeh dengan Wanita yang Bisa Bikin Putus
    'Iman' Pria Gampang Goyah Saat Berteman dengan Wanita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).