Cara Membersihkan Perhiasan Emas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang emas memperlihatkan gelang emas kepada jemaah calon haji yang hendak membeli emas di sebuah toko di dekat Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Perhiasan emas merupakan salah satu oleh-oleh yang biasa dibeli jemaah haji. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    Pedagang emas memperlihatkan gelang emas kepada jemaah calon haji yang hendak membeli emas di sebuah toko di dekat Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Perhiasan emas merupakan salah satu oleh-oleh yang biasa dibeli jemaah haji. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    TEMPO.COJakarta - Perhiasan yang terbuat dari emas selalu terlihat klasik, abadi, dan bersinar ketika dalam keadaan bersih. Namun semua logam pasti akan kehilangan kilaunya karena proses oksidasi dari paparan udara dan kelembapan.

    Selain itu, lotion dan sisa-sisa sabun dapat menumpuk menjadi kotoran sepanjang waktu. Dengan begitu, perhiasan emas Anda tak lagi berkilau. 

    Tidak harus datang ke tempat ahli perhiasan untuk membuat gelang, kalung, anting, liontin, dan cincin Anda kembali benderang. Anda bisa membersihkannya di rumah dengan cara yang sederhana.

    Pertama, buat larutan pembersih yang terdiri atas air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring. Rendam perhiasan emas selama 15 menit, lalu gosok perlahan menggunakan sikat gigi bersih untuk membersihkan setiap sudut dan celah. 

    Setelah dianggap bersih, bilas dengan air hangat. Lap dengan kain yang lembut dan biarkan mengering di udara terbuka.

    Setelah selesai, perhiasan Anda akan terlihat bersinar kembali. Jauhkan perhiasan emas dari bahan-bahan yang mengandung pemutih agar tidak berubah warna menjadi hitam atau hancur.

    INSTYLE | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    9 Kesalahan dalam Memakai Catok Rambut
    Bahaya jika Membentak Anak Usia 2-7 Tahun
    Masalah Kesehatan yang Sering Ditanyakan Saat Ramadan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.