9 Kesalahan dalam Memakai Catok Rambut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mencatok rambut. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mencatok rambut. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Catok rambut adalah salah satu alat paling serbaguna di gudang kecantikan Anda. Alat tersebut dapat digunakan untuk menyegarkan rambut, meluruskan helai rambut keriting, bahkan bisa membuat rambut bergelombang.

    Meski banyak manfaat, alat catok ternyata bisa berbahaya jika Anda tidak menggunakannya dengan benar dan mengakibatkan kerusakan pada rambut. Penata rambut selebritas David Lopes menjelaskan beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang alat catok rambut. Berikut ini rinciannya.

    1. Mengabaikan kata ceramic, tourmaline, dan titanium di dalam kemasan
    Saat Anda membeli alat catok yang baru, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, bahan yang digunakan untuk lapisan piringannya. Anda akan sering melihat istilah seperti ceramic dalam kotak kemasan. Alat catok yang menggunakan ceramic menghasilkan panas yang lebih merata dari bahan logam. Tapi tidak semuanya melalui proses pembuatan yang sama. Beberapa alat catok hanya lapisannya saja yang berasal dari bahan ceramic. Sebaiknya, cari produk yang di dalam kemasannya ada tulisan triple baked, yang artinya piringan alat catok terbuat dari ceramic yang sesungguhnya.

    Kata kunci yang juga populer untuk alat pemanas adalah tourmaline. “Ini adalah batu permata yang sangat berharga untuk memancarkan ion negatif,” kata David. Tourmaline membantu menutup kutikula rambut dan menjaga kelembapannya untuk hasil yang tahan lama dan lebih halus. Adapun titanium adalah logam yang sangat halus dan berfungsi menjaga tatanan rambut agar lebih tahan lama.

    2. Tanpa tombol temperatur
    Alat pengukur suhu pada alat catok rambut sangat penting. Anda bisa mengatur suhu panas sesuai dengan jenis dan gaya rambut yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan alat catok dengan panas yang berlebihan karena menyebabkan tekstur rambut rusak.

    3. Mencatok rambut dalam keadaan basah
    Jika Anda ingin meluruskan rambut, Anda harus mengeringkannya 100 persen. “Apakah Anda pernah menyetrika kaus yang basah? Pikirkan kalau kaus itu adalah rambut Anda?” kata David.

    4. Terlalu banyak hairspray 
    Jika muncul asap ketika mencatok rambut, kemungkinan karena Anda memakai terlalu banyak produk. Salah satunya hairspray. Sejatinya, hairspray hanya diperlukan sedikit saja, khususnya untuk rambut keriting.

    5. Mencatok dalam suhu sangat panas pada rambut berwarna
    Anda tidak bisa menggunakan alat catok pada suhu panas untuk rambut yang dicat. Panas bisa membuka kutikula dan molekul warna akan hilang dengan cepat.

    6. Menggunakan pada bagian rambut yang sama berulang-ulang
    Memakai alat catok berulang kali pada bagian yang sama tidak baik untuk rambut. Cara yang benar adalah, ambil sebagian helai rambut yang kering dan bersih, kemudian mulai panaskan dari bagian akar.

    7. Memakai catok pada sebagian besar helai rambut
    Jika ingin meluruskan rambut keriting, Anda bisa mengambil helai rambut selebar dua inci. Untuk hasil yang lebih baik, pakailah alat catok rambut dengan rambut yang sedikit, selebar lapisan piringan alat catok tersebut.

    8. Hanya untuk meluruskan rambut
    Selain membuat rambut lebih lurus, Anda bisa menggunakan alat catok untuk membuat rambut menjadi bergelombang dan ikal.

    9. Tidak pernah membersihkan alat catok
    Bersihkan alat catok rambut secara berkala untuk melindungi rambut dari kotoran dan debu yang menempel di bagian tepinya. Anda bisa menggunakan alkohol pada alat catok dalam kondisi dingin, atau cukup mengelap bagian lapisan piringannya.

    SELF | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Serba-serbi Berjabat Tangan dan Maknanya
    Segera Akhiri Hubungan Anda dengan Pria Seperti Ini
    'Iman' Pria Gampang Goyah Saat Berteman dengan Wanita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.