Bahaya jika Membentak Anak Usia 2-7 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • childandteencounseling.com

    childandteencounseling.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli neurosains dari Universitas of California, Taruna Ikrar, mengatakan usia 2-7 tahun adalah tahap penting dalam perkembangan otak manusia. Pada usia ini, anak dipenuhi dengan rasa ingin tahu, dan karena itu sebaiknya stimulasi yang diberikan harus sebanyak mungkin.

    Ikrar mengingatkan orang tua untuk bersabar dan tidak membentak anak pada usia itu. "Sangat berpengaruh pada perkembangan anak, dalam hal ini empati. Anak yang sering dibentak, maka anak tersebut jadi resistan terhadap bentakan, dan anak tersebut akan melakukan hal serupa," jelas Taruna di Jakarta, Jumat, 3 Juni 2016.

    Menurut dia, saat terjadi bentakan, hormon stres akan terangsang dan lama-kelamaan menjadi tidak takut lagi terhadap bentakan. Sebab itu, orang tua harus bersabar dalam mendidik anak.

    Pada masa ini pula, orang tua disarankan memberikan stimulasi sebanyak mungkin. Belajar bahasa sejak dini pun lebih mudah dibandingkan ketika dewasa. "Pelajaran multibahasa merupakan hal yang sangat bagus untuk dipelajari sejak dini karena semakin banyak stimulus pada otak anak maka semakin bagus," ujarnya.

    "Usia 2-7 tahun merupakan usia yang kritis sekali. Jadi lebih baik tidak usah pilah-pilih dalam memberikan stimulasi," kata Taruna. 

    ANTARA

    Berita lainnya:
    Segera Akhiri Hubungan Anda dengan Pria seperti Ini
    ‘Iman’ Pria Gampang Goyah Saat Berteman dengan Wanita
    6 Makanan yang Tak Kalah Berbahaya dari Minuman Bersoda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.