Masalah Kesehatan yang Sering Ditanyakan Saat Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dv.is

    dv.is

    TEMPO.COJakarta - Banyak pertanyaan soal kesehatan dan puasa yang diajukan pada bulan Ramadan. Pertanyaan apa saja yang paling sering dilontarkan? Berikut ini pertanyaan dan jawabannya.

    Tanya: Bolehkah penderita diabetes berpuasa?
    Jawab: Selama diabetesnya dalam kendali, dengan diet atau obat, boleh berpuasa. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama dalam hal perubahan jadwal mengkonsumsi obat selama berpuasa. Mereka yang membutuhkan insulin untuk mengontrol diabetes disarankan tidak berpuasa.

    T: Apakah penderita migrain ketika lapar boleh berpuasa?
    J: Mereka yang menderita migrain yang sulit dikontrol tak perlu berpuasa. Namun sebenarnya migrain bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan mengubah gaya hidup. Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

    T: Apakah orang dengan tekanan darah tinggi atau rendah boleh berpuasa?
    J: Para penderita darah tinggi yang terkontrol boleh berpuasa. Mereka yang menderita darah rendah tapi tetap sehat boleh berpuasa. Konsultasikan lagi dengan dokter soal perubahan jadwal minum obat.

    T: Haruskah wanita hamil berpuasa?
    J: Bila kondisi memungkinkan dan masih kuat, terutama pada masa-masa awal kehamilan, ia bisa berpuasa. Bila kondisinya tidak cukup baik, Islam memperbolehkan untuk tidak berpuasa. Ia bisa mengganti puasa itu di lain waktu atau membayar fidyah.

    T: Bolehkah menghirup obat asma saat berpuasa?
    J: Pendapat soal ini berbeda-beda, ada yang membolehkan dan ada yang tidak. 

    T: Bolehkah berenang saat berpuasa?
    J: Boleh, asalkan tidak minum air kolam. Mandi atau berenang ketika berpuasa tidak dilarang asalkan tak ada air yang ditelan selama kegiatan tersebut. 

    T: Bisakah orang yang menerima transfusi darah berpuasa?
    J: Tidak. Mereka bisa melakukannya di lain waktu ketika tidak menerima transfusi.

    T: Bolehkah wanita menyusui berpuasa?
    J: Dalam Islam disebutkan bahwa ibu menyusui tak harus berpuasa. Puasa bisa diganti di hari lain setelah tidak menyusui atau bisa juga membayar fidyah.

    T: Apakah memakai koyo, suntik, tetes mata, atau tetes telinga membatalkan puasa?
    J: Tidak, selama pengobatan itu tidak dimakan atau diminum.

    NHSUK l PIPIT

    Berita lainnya:
    Cara Menghadapi Bos Galak
    Berkulit Cokelat Pilih Foundation Gelap, Ternyata Keliru
    ‘Iman’ Pria Gampang Goyah Saat Berteman dengan Wanita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.