Prinsip Sebelum Terjun ke Bisnis Fashion  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangga Smash. Twitter.com

    Rangga Smash. Twitter.com

    TEMPO.COJakarta - Sukses membangun bisnis fashion ready to wear berlabel ED-JEH, vokalis Rangga Dewamoela berbagi tip bagi Anda yang ingin membuka usaha serupa. "Kalau mau bisnis fashion, tentu harus tahu mau di bawa ke mana. Apakah sekadar berbisnis atau berkarya?" ujarnya.

    Mantan personel grup Smash ini mengatakan dia memilih kombinasi antara bisnis dan berkarya. Merancang busana memang sudah menjadi passion-nya. Karena itu, ketika keluar dari Smash, Rangga segera melanjutkan hobinya itu untuk menjadi bisnis.

    "Saya sering mencari inspirasi desain melalui majalah-majalah. Saat berkunjung ke luar negeri, saya memperhatikan gaya anak muda di sana," ujarnya. Menurut Rangga, konsep busana yang hendak dihadirkan harus dipikirkan betul sebelum memulai bisnis ini. 

    Sebab, tanpa konsep yang jelas, bisnis pakaian hanya menjual pakaian semata tanpa ada karakter pembeda dari produk lainnya. "Jangan asal jual, kemudian bikin produk murah," tuturnya.

    Begitu konsep sudah terbentuk, hal yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah pemasaran. Busana-busana itu harus dipikirkan dijual di mana dan dengan cara apa. Pesohor seperti Rangga memasarkan busana cukup mudah dengan memanfaatkan media sosial. "Tentu ini memerlukan tim marketing yang solid," ujarnya.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Tip Supaya Anak Kuat Puasa
    Sayur Babanci, Kuliner 'Galau' Khas Betawi
    Supaya Anak Tetap Dekat dengan Orang Tua Meski Ada Pengasuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.