Tip Merawat Mukena  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Arif Fadillah

    TEMPO/ Arif Fadillah

    TEMPO.COJakarta - Mukena merupakan perangkat salat yang dikenakan muslimah untuk menutup aurat ketika salat. Menutup aurat adalah salah satu syarat sah salat. Agar mukena tetap bersih dan bebas dari bau, perhatikan hal-hal berikut ini.

    - Sebelum mencuci, perhatikan label pencucian. Sesuaikan dengan jenis dan bahan mukena.

    - Hindari mencuci menggunakan mesin cuci. Cukup rendam mukena dan cuci menggunakan tangan.

    - Hindari menggunakan bahan pemutih. Menggunakan pemutih pakaian akan menyebabkan warna menjadi luntur atau cepat robek.

    - Jangan mengucek dan memeras mukena, cukup menggosok ringan untuk membersihkan kotoran pada mukena tersebut.

    - Jauhkan dari panas matahari langsung. Menjemur di bawah terik matahari langsung akan mengakibatkan warna mukena cepat pudar. Mukena diangin-anginkan saja agar tetap kering dan terhindar dari jamur.

    - Menyetrika mukena. Saat menyetrika mukena, atur temperatur panas ke level rendah. Suhu yang terlalu panas dapat berakibat warna mengkilat pada mukena hilang.

    - Keringkan rambut dan dagu. Sebelum menggunakan mukena, usahakan untuk mengeringkan rambut dan dagu agar mukena tidak terkena jamur. Bisa juga melapisi kepala dengan kain atau ciput. 

    - Cara menyimpan mukena yang baik adalah digantung. Mukena yang digantung tetap terkena angin sehingga terhindar dari jamur dan bau. Hinadari menyimpan mukena di tempat yang lembap.

    - Jika mukena disimpan di dalam lemari, gunakan akar wangi atau pengharum lemari. Pengharum lemari ini berfungsi sebagai anti-jamur.

    DINA ANDRIANI | BERBAGAI SUMBER

    Berita lainnya:
    Sayur Babanci, Kuliner 'Galau' Khas Betawi
    Supaya Anak Tetap Dekat dengan Orang Tua Meski Ada Pengasuh
    Bos Ingin Anda Tahu 10 Keinginannya Berikut Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.