Cara Perusahaan Fashion Go International

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musa Widyatmojo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Musa Widyatmojo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Musa Widyatmojo menilai perusahaan-perusahaan fashion lokal mesti menguasai pasar Indonesia terlebih dahulu sebelum go international

    "Pasar internasional agak berat. Namun Indonesia sendiri saja sudah pasar internasional," ujarnya. Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut bisa bersaing dengan sejumlah produk di dalam negeri. 

    Sebab, di Indonesia saja, sekian persennya beredar busana-busana impor mulai Paris hingga Cina. Jadi, bisa dikatakan Indonesia sudah mewakili pasar busana internasional. "Kita pun harus tahu selera lokal," ujarnya.

    Musa menuturkan, pemain-pemain lokal kini harus bersaing dengan produk-produk murah dari negara lain. Terlebih, masyarakat Indonesia masih memilih produk yang murah tanpa memperhatikan value yang ada pada produk lokal tersebut.

    ADVERTISEMENT

    "Logikanya, kalau di negeri sendiri tidak kuat, apa menang di negara orang? Kuatkan dulu di negeri sendiri. Sedangkan potensi pasar Indonesia sangat luar biasa," ujarnya.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Jika Anda Berhenti Pakai High Heels, Ini yang Terjadi 
    Kilas Balik, Dior Gelar Fashion Show di Tempat Bersejarah
    Strategi Nonita Respati Mengembangkan Fashion Ready to Wear


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.